ilustrasi perawatan intensif di rumah sakit (IDN Times/Agung Sedana)
Segmen 2 debat dimulai dengan subtema kesehatan soal strategi paslon untuk memprioritaskan anggaran kesehatan dan program promotif preventif sehingga tidak lagi berorientasi kuratif.
Anies setuju pernyataan Ganjar dengan menyatakan perlu keseimbangan antara promotif, preventif, dan kuratif. Ia kemudian memberikan ragam contoh pembangunan di Jakarta seperti trotoar yang membantu dalam pola hidup sehat.
Anies menambahkan, unsurnya adalah lintas sektoral agar dana tidak hanya pada Dinas Kesehatan, tetapi semua bidang yang terkait dengan preventif promotif.
Setelah itu, Anies mengawali subtema teknologi informasi dengan menjawab pertanyaan langkah strategis paslon membangun kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia menghindari ancaman impor ponsel yang lebih mahal dibanding membangun pabrik di negara.
Anies menyatakan tiga gagasan, yaitu peningkatan kualitas manusia dan inovasi di sektor teknologi informasi dengan cara pairing atau mendatangkan pakar, memprioritaskan investasi yang masuk dalam bentuk padat karya dengan dukungan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi agar membuka lapangan kerja, serta akses kecepatan dan keamanan agar infrastruktur siap untuk mengundang investasi.
Anies juga menambahkan perlindungan hak intelektual terkait industri manufaktur tidak kalah penting.
“Kami memandang investasi padat modal yang seperti ini, padat karya akan memungkinkan Indonesia untuk lompat lebih cepat,” ujar Anies.
Menjawab tanggapan capres lainnya, Anies menyatakan, gagasannya saat mencapai kegiatan praktis akan menggunakan pendekatan kolaboratif dengan negara sebagai regulator yang memberikan ekosistem yang sehat.
“Bukan negara yang membangun tapi memberikan pada BUMN atau swasta dan yang sudah bergerak di situ siapkan infrastrukturnya, beri target waktunya, lalu eksekusi tunggu peresmiannya,” ujar Anies.
Memasuki subtema kebudayaan dengan pertanyaan pandangan dan sikap paslon terhadap komersialisasi budaya dan proses destruktif terhadap tumbuhnya kebudayaan yang responsif.
Anies menyatakan, budaya bukan satu sektor, melainkan tujuan seluruh sektor pembangunan adalah kebudayaan. Hal itu disampaikan saat dia menanggapi jawaban Prabowo.
Oleh karena itu, pemerintah harus menciptakan ekosistem yang sehat sehingga para budayawan dapat berekspresi. Anies menambahkan, budaya perlu dikembangkan secara sinambung.
“Karena itu kami melihat, perlu dibentuk dan kami berencana Kementerian Kebudayaan yang nantinya akan menjadi penyalur sumber daya dari negara untuk diberikan kepada kalangan budayawan agar mereka tumbuh berkembang membangun karya-karya yang luar biasa di Indonesia.”