Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Momen Sjafrie Serahkan Sapi Kurban untuk Warga Manokwari Papua

Momen Sjafrie Serahkan Sapi Kurban untuk Warga Manokwari Papua
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan sapi kurban ke masyarakat di Manokwari, Papua. (www.instagram.com/@kemhanri)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin merayakan Idul Adha 1447 Hijriah di Manokwari, Papua Barat pada Rabu (27/5/2026). Salat ied secara khidmat dan penuh kebersamaan di Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari.

Di dalam dokumentasi yang dibagikan oleh Kementerian Pertahanan, Sjafrie mengenakan baju koko berwarna putih, peci hitam dan sarung dengan motif loreng. Ia salat didampingi Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita dan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, M. Taufiq Arasj yang mengenakan pakaian dinas lapangan loreng sage.

"Salat Idul Adha berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari, Persit dan masyarakat sekitar," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait di dalam keterangan pada hari ini.

Ia menambahkan momen Idul Adha menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial dan persaudaraan dalam menjaga persatuan bangsa. Sementara, K.H Badaruddin Sabollah yang menyampaikan khotbah Idul Adha, mengajak jemaah untuk meneladani semangat Idul Adha sebagai landasan memperkuat solidaritas, toleransi dan pengabdian kepada bangsa serta negara.

1. Sjafrie turut serahkan satu ekor sapi bagi warga Manokwari

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan sapi kurban ke masyarakat di Manokwari, Papua. (www.instagram.com/@kemhanri)

Di dalam dokumentasi tersebut, mantan Pangdam Jaya itu turut menyerahkan satu ekor sapi dengan bobot lebih dari satu ton untuk daging kurban. Selain di Papua, Sjafrie turut memberikan satu ekor sapi sebagai hewan kurban di Jakarta. Sapi pemberian Sjafrie di Jakarta disembelih di Kompleks SPBT Kemhan Cawang.

Sementara, Sjafrie memilih berada di Papua meski tindak kekerasan masih terus terjadi di Bumi Cendrawasih. Tetapi, menurut Rico, ibadah salat ied yang dilakukan oleh Sjafrie mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat sekitar.

"TNI dan masyarakat terus menjaga harmoni dan ketahanan sosial di Papua Barat," tutur jenderal bintang satu itu.

2. Sjafrie berada di Manokwari untuk tinjau keberadaan Yon TP

Sjafrie Sjamsoeddin, Yon TP
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika berkunjung ke Yonif Teritorial Pembangunan 805/KSW di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Purnawirawan jenderal bintang empat itu sudah berada Manokwari Selatan, Papua Barat sejak Selasa kemarin. Ia berada di Papua Barat untuk meninjau Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 805/KSW di Kabupaten Manokwari Selatan. Sjafrie mengecek langsung kesiapan pembinaan personel, sarana latihan dan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah.

Mantan Pangdam Jaya itu juga meninjau fasilitas latihan dan lapangan tembak. Bahkan, Sjafrie terlihat turut mengecek dapur di Yon TP 805/KSW untuk memastikan para prajurit mendapatkan nutrisi terbaik.

"Di dalam arahannya kepada pelatih dan prajurit, Menhan menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembinaan melalui tenaga pelatih yang profesional, kompeten dan berpengalaman serta memperhatikan kesejahteraan pelatih agar proses pembinaan berjalan efektif serta berkelanjutan," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan, Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait.

Jenderal bintang satu itu juga menyebut Sjafrie ingin memastikan latihan pra tugas yang diterima oleh para prajurit matang, realistis dan sesuai tantangan operasi.

"Ini termasuk pentingnya materi Longmalap (pertolongan pertama di lapangan) guna mendukung keselamatan personel dan efektivitas pelaksanaan tugas di daerah operasi," tutur dia.

3. Kemhan akan bangun hingga 750 Yon TP hingga 2029

Sjafrie Sjamsoeddin, Yon TP
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika berkunjung ke Yonif Teritorial Pembangunan 805/KSW di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Sebelumnya, ketika mengikuti rapat kerja dengan komisi I DPR, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menargetkan ada 750 Yon TP yang dibangun hingga 2029. Artinya, 150 Yon TP harus dibangun setiap tahunnya.

Sjafrie mengatakan banyaknya begal dan kriminalitas di pelbagai tempat turut menjadi alasan pemerintah membentuk 750 batalyon baru itu. Oleh sebab itu, dengan keberadaan Yon TP baru diklaim bisa menurunkan tingkat kriminalitas di area tersebut.

"Saya ingin sedikit menyinggung, apa manfaat batalyon infanteri teritorial pembangunan. Apa yang kita lihat sebelum ada batalyon teritorial pembangunan? Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi?Begal kriminal itu yang besar sekali," ujar Sjafrie pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, setelah TNI menempatkan batalion dan membangun pangkalan di daerah yang diambilnya, begal dan kriminal diklaim Sjafrie, seketika hilang di atas 50 persen dari daerah itu.

Sebab, kata dia, tugas batalion teritorial pembangunan termasuk melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More

Koops TNI Habema Evakuasi 4 Pendulang Emas yang Mengungsi akibat OPM

27 Mei 2026, 22:17 WIBNews