Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menlu China Undang Presiden Prabowo Hadiri APEC November Mendatang

Menlu China Undang Presiden Prabowo Hadiri APEC November Mendatang
Presiden Prabowo Subianto ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan menemui Presiden China Xi Jinping. (www.twitter.com/@spokespersonCHN)
Intinya Sih
  • China mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri forum APEC pada November mendatang, undangan disampaikan dalam pertemuan bilateral di sela agenda Dewan Keamanan PBB.
  • Kedua negara menyiapkan forum strategis seperti Comprehensive Strategic Dialogue dan pertemuan 2+2 antara menteri luar negeri serta menteri pertahanan yang kali ini digelar di Indonesia.
  • Dalam pembicaraan bilateral, Indonesia dan China bertukar pandangan soal situasi Timur Tengah serta membahas langkah-langkah meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan China mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri forum APEC yang akan digelar November mendatang. Undangan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral Indonesia dan China di sela agenda Dewan Keamanan PBB.

Selain membahas agenda APEC, kedua negara juga menyiapkan sejumlah forum strategis bilateral, termasuk Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) dan pertemuan 2+2 antara menteri luar negeri serta menteri pertahanan kedua negara.

“Kemudian tadi dengan Republik Rakyat Tiongkok, saya lagi sampaikan undangan kepada Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri APEC bulan November,” kata Sugiono.

Pertemuan bilateral tersebut juga diisi pertukaran pandangan terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.

1. China siapkan kunjungan ke Jakarta

Presiden Prabowo menerima Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (25/5/2025).
Presiden Prabowo menerima Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (25/5/2025).

Sugiono mengatakan Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga berencana melakukan kunjungan ke Jakarta dalam waktu dekat.

“Kemudian rencana kunjungan Menteri Luar Negeri China ke Jakarta dalam rangka pertemuan CSD, Comprehensive Strategic Dialogue antara Indonesia dan China,” ujarnya di New York, Rabu (27/5/2026).

Forum tersebut menjadi salah satu mekanisme dialog strategis kedua negara dalam membahas berbagai isu bilateral maupun regional.

Selain CSD, Indonesia dan China juga akan menggelar pertemuan 2+2 yang mempertemukan menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.

“Yang kedua, pertemuan 2 plus 2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara,” kata Sugiono.

2. Indonesia jadi tuan rumah pertemuan 2+2

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri, Sugiono ketika melakukan pertemuan 2+2 di Beijing, China. (Dokumentasi tim media Menhan)
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri, Sugiono ketika melakukan pertemuan 2+2 di Beijing, China. (Dokumentasi tim media Menhan)

Sugiono menjelaskan pertemuan 2+2 kali ini akan digelar di Indonesia. “Kebetulan kali ini Indonesia mendapatkan giliran mengadakannya,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis Indonesia dan China di tengah dinamika kawasan dan global.

Indonesia dan China selama ini memiliki kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, investasi, dan keamanan kawasan. Pertemuan bilateral di sela DK PBB itu juga membahas perkembangan geopolitik internasional.

3. Bahas situasi Timur Tengah

Peta Timur tengah dan Iran
Peta Timur Tengah dan Iran

Dalam pembicaraan bilateral, Indonesia dan China turut bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah. “Kemudian juga kami tadi bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah,” kata Sugiono.

Menurutnya, Indonesia juga menyampaikan sejumlah usulan terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

“Menyampaikan ataupun mengusulkan langkah-langkah apa yang mungkin bisa dilakukan Indonesia dalam langkah meredakan ketegangan, mencapai stabilitas dan kepentingan,” ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More