Jakarta, IDN Times - Ratusan aktivis, cendikiawan, tokoh hingga elemen masyarakat sipil menekan petisi dukungan pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Mereka menolak perkara tersebut diadili di peradilan militer hingga pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF).
Terdapat 119 individu yang terdiri dari aktivis, cendikiawan, tokoh hingga elemen masyarakat sipil yang menandatangani petisi tersebut. Selain itu, juga terdapat 148 lembaga ikut taken petisi.
"Kami mengecam dan menolak kecenderungan dari pihak-pihak tertentu yang berupaya mendorong penyelesaian kasus ini melalui mekanisme peradilan militer," kata koalisi masyarakat sipil dalam kegiatan konferensi pers yang dilakukan secara Zoom, Selasa (31/3/2026).
