Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polda Metro Tak Temukan Keterlibatan Warga Sipil di Kasus Andrie Yunus

Polda Metro Tak Temukan Keterlibatan Warga Sipil di Kasus Andrie Yunus
Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Polda Metro Jaya menyatakan tidak menemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Puspom TNI karena diduga melibatkan empat prajurit TNI dari satuan Denma BAIS yang telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Polda Metro Jaya juga mengungkap dua terduga pelaku lain berinisial BHC dan MAK, sementara Puspom TNI belum memberikan pembaruan terkait perkembangan penanganan kasus ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya tidak menemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus itu dan kini kasus dilimpahkan ke Puspom TNI karena adanya keterlibatan prajurit TNI.

"Tadi sudah kami sampaikan, proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil," kata Iman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa (31/3/2026).

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan, insiden itu terjadi usai Andrie Yunus mengisi acara podcast berjudul ‘Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia’ di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

TNI menyatakan telah mengamankan empat orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Mereka adalah NDP, SL, BHW, dan ES.

NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).

Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma Bais) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Keduanya punya inisial berbeda dengan yang dibeberkan Puspom TNI.

Versi Polda Metro Jaya, inisial dua pelaku adalah BHC dan MAK dengan kemungkinan terduga pelaku lebih dari dua orang. Hingga kini, Puspom TNI belum memberi update tentang penanganan kasus itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More