Penasihat Presiden Palestina, Mahmoud Al-Habbash, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (18/3/2025) (dok. Sekretariat Presiden)
Furqan pun menyoroti rencana positif pemerintah mengevakuasi warga Palestina ke Indonesia.
Ia menjelaskan, evakuasi ini sifatnya hanya sementara. Sehingga tidak menjauhkan warga Palestina dari tanah kelahirannya secara permanen.
Adapun mereka yang diprioritaskan untuk dievakuasi ialah warga Palestina yang membutuhkan pertolongan kesehatan.
"Konteks evakuasi ini perlu digarisbawahi sifatnya sementara (bukan permanen), untuk korban-korban yang sangat mendesak membutuhkan pertolongan kesehatan, karena hancurnya infrastruktur kesehatan di Gaza," tuturnya.
Selain itu, Furqan juga menekankan arahan dari Presiden Prabowo bahwa evakuasi dilakukan dengan catatan semua pihak menyetujui. Artinya, tidak boleh ada pemaksaan sepihak, apalagi dalam rangka agenda AS-Israel yang secara terbuka memang ingin mengosongkan wilayah Gaza dengan mengevakuasi dan merelokasi warga Gaza ke luar.
"Semua stakeholder harus dimintai pertimbangan dan persetujuan, terutama rakyat Palestina sendiri," tegasnya.