Comscore Tracker

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNI

Hillary Brigitta adalah anggota DPR RI termuda

Jakarta, IDN Times - Anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi NasDem, Hillary Brigitta Lasut tengah menjadi sorotan pulik karena meminta diberikan ajudan pengamanan dari prajurit TNI.

Kontroversial muncul karena dari partai tempat dia bernaung sendiri menolak permintaan Hillary, lantaran dianggap tidak etis. Sebab, pimpinan DPR sendiri mendapat pengawalan ajudan dari anggota Polri.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali, mengatakan pihaknya akan memberikan teguran kepada Hillary. Menurutnya, tindakan teman sejawatnya itu dilakukan tanpa koordinasi dengan partai.

Kendati, dari Majelis Kehormatan Dewan (MKD) tidak mempermasalahkan permintaan Hillary. Menurut Wakil Ketua Majelis Kehormatan Dewan (MKD), Habiburokhman, mendapat keamanan merupakan hak setiap warga negara.

"Secara garis besar gak ada masalah dengan permintaan tersebut, karena berdasarkan Pasal 80 huruf G UU MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) anggota DPR memiliki hak protokol, dan setiap warga negara memiliki hak atas keamanan," ujar dia, Jumat (3/12/2021).

Berikut enam hal soal Hillary yang dulu pernah meminta ditempatkan di Komisi III itu.

1. Hillary surati KSAD Dudung, minta ajudan dari TNI

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIHillary Brigitta Lasut (instagram.com/hillarybrigitta)

Sebelumnya, Hillary mengaku meminta ajudan dari TNI kepada KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

"Banyak yang bertanya soal apakah benar saya meminta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI. Benar, saya menyurat ke KSAD untuk memohon bantuan pengamanan sesuai dengan Permen No 85 Tahun 2014," kata Hillary di akun Instagram-nya, @hillarybrigitta, dikutip Kamis, 2 Desember 2021.

Legislator termuda ini menceritakan alasannya mengapa meminta ajudan pengamanan dari TNI ketimbang dari polisi. Hillary mengatakan, TNI secara fisik dan mental selalu siap untuk keadaan darurat. Dia pun mengaku lebih nyaman bila mendapatkan ajudan dari TNI.

"Saya terlalu sering merepotkan Pak Kapolri kalau meminta dari kepolisian, terkait banyaknya kasus masyarakat kecil di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," ucapnya.

"Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak," sambung Hillary.

2. Jadi anggota DPR RI termuda, usia 23 tahun

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIHillary Brigitta Lasut saat pimpin sidang MPR (ANTARA NEWS)

Di usia yang baru 23 tahun, Hillary sudah bisa duduk sebagai anggota DPR. Selain itu, ia pernah dipercaya memimpin sidang DPR RI sementara yang mengawali proses pelantikan. Ia juga didapuk menjadi Wakil Ketua MPR sementara untuk membahas jadwal sidang paripurna MPR pada 17 Oktober 2019. 

Kendati diwarnai hujan interupsi, namun Hillary bisa mengatasinya dengan cukup baik. Interupsi terjadi karena pimpinan MPR di dalam sidang hanya satu orang yakni ia sendiri. Sementara, Ketua MPR lainnya yakni Sabam Sirait berhalangan hadir karena sedang mengikuti rapat DPD. 

Namun, bukan hanya Hillary yang merupakan politikus muda dan berusia di bawah 25 tahun. Ada pula sembilan politikus millenial lainnya yang mewarnai wajah parlemen di Indonesia. Mereka adalah 1) Muhammad Rahul (23 tahun) Partai Gerindra dapil Riau I, 2) Farah Puteri Nahlia (23) PAN dapil Jabar IX, 3) Fachry Pahlevi Konggoasa (24) PAN dapil Sulawesi Tenggara, 4) Arkanata Akram (24) Partai Nasdem dapil Kalimantan Utara, 5) Adrian Jopie Paruntu (25) Golkar dapil Sulawesi Utara, 6) Rizki Aulia Rahman Natakusumah (25) Demokrat dapil Banten I, 7) Puteri Komarudin (26) Golkar dapil Jabar VI, 8) Bramantyo Suwondo (26) Demokrat dapil Jateng VI dan 9) Dyah Roro Esti (26) Golkar dapil Jawa Timur X. 

Baca Juga: Dianggap Tak Etis dan Akan Ditegur Nasdem, Begini Respons Hillary

3. Pernah berharap bisa bertugas di Komisi III

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIHillary Brigitta Lasut (instagram.com/hillarybrigitta)

Saat awal menjadi anggota DPR, Hillary sempat berharap agar ditempatkan di Komisi III. Menurutnya, hal itu bukan suatu hal yang muluk-muluk, lantaran pendidikan Hillary yang fokus mengambil ilmu hukum. 

Ketika menempuh pendidikan sarjana di Universitas Pelita Harapan, Hillary sudah mengambil program hukum internasional. Sedangkan, ketika berkuliah di Washington University, dia juga mengambil program yang sama. Ia pun mengaku sudah menyampaikan keinginan agar ditempatkan di Komisi III ke Fraksi Nasdem. 

"Hampir pasti aku di Komisi III sih. Soalnya (sesuai dengan) latar belakang keilmuwan," kata Hillary, saat itu.

Ia menyebut apabila ditempatkan di Komisi III, maka ia akan fokus pada pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan beberapa undang-undang yang ingin dibahas pada 2019-2024. 

"Prioritasnya sekarang (yang dibahas) RUU KUHP kan dan mungkin akan dibahas juga beberapa hal kemarin mengenai pengajuan Perppu KPK. Kalau aku sendiri secara pribadi belum lihat ada UU yang spesifik mengatur cyber crime, ilegal fintech, identity test seperti yang ada di Amerika. Aku ingin ngajuin juga di komisi III," tutur Hillary. 

4. Berprestasi sejak kecil

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIInstagram.com/@hillarylasut

Perempuan kelahiran Manado, 22 Mei 1996 itu merupakan putri dari pasangan Elly Engelbert Lasut dan Telly Tjanggulung. Sejak masih kecil, Hillary yang anak tunggal itu, sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan. Ia pernah mengikuti Bunaken Teen Idol, Leadership Booth Camp Excellent Leader, dan Miss Manado International School. Itu semua dialami pada 2009. 

Hillary juga terpilih menjadi ketua OSIS saat masih duduk di bangku SMA dan menjadi pembawa bendera merah putih alias paskibraka. Saat menjadi anggota paskibraka, Hillary ditunjuk menjadi pembawa baki. 

Prestasi terus ditorehkan ketika Hillary memasuki jenjang universitas. Lulus dengan nilai tertinggi, Hillary kemudian mendapatkan program beasiswa 100 persen dari Universitas Pelita Harapan (UPH). Saat menempuh program studi hukum, ia sempat ikut debat internal FH UPH dan meraih juara ke-II. Program studi S1 diselesaikan tepat waktu dan nilai yang memuaskan. 

Hillary kemudian melanjutkan studi pascasarjananya di fakultas hukum di Washington University, Amerika Serikat.

5. Lahir dari keluarga pejabat daerah

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIHillary Brigitta Lasut (instagram.com/hillarybrigitta)

Bukan sesuatu yang tiba-tiba apabila Hillary kemudian memutuskan terjun ke dunia politik. Sebab, ia dilahirkan dari kedua orang tua yang juga hidup di dunia yang sama. Ayah Hillary, Elly Engelbert Lasut merupakan Bupati Kepulauan Talaud yang menjabat pada 2019-2024. Bahkan, Elly menjabat bupati dua periode sebelumnya yakni 2004-2009 dan 2009-2012. 

Sedangkan ibu Hillary, Telly Tjanggulung pernah duduk sebagai Bupati Minahasa Tenggara periode 2008-2013. Dalam sebuah wawancara, Hillary mengaku sejak kecil sudah terbiasa diajak kedua orang tuanya ke gedung parlemen. 

Untuk bisa menembus Senayan, Hillary berhasil meraih 70.345 suara. Hillary berharap ia bisa membawa perubahan sama seperti tokoh yang ia kagumi yakni Alexandria Ocazio Cortez, seorang politikus perempuan muda Latin yang mengalahkan petahana yang telah menjabat 14 tahun dalam pemilu primer New York.

6. Ayah Hillary pernah dipenjara karena kasus korupsi

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIHillary Brigitta Lasut (instagram.com/hillarybrigitta)

Salah satu alasan Hillary semangat mempelajari ilmu hukum yakni agar ia tidak mudah terjerat kasus hukum, sama seperti yang pernah membelit sang ayah, Elly Engelbert Lasut.

Dalam persidangan yang digelar pada 2010, Elly dinyatakan terbukti melakukan korupsi oleh majelis hakim PN Manado. Ia terbukti korupsi anggaran perjalanan dinas pada periode 2006-2008 ketika masih menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud. Akibat perbuatan itu negara merugi Rp7,7 miliar. 

Ia juga menjadi terdakwa kasus Gerakan Daerah Orang Tua Asuh (GDOTA). Elly diperintahkan pengadilan untuk membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp5,5 miliar. 

Uniknya, ketika ia bebas dari Lapas Sukamiskin pada 2014, kepulangannya ke Manado justru disambut meriah oleh publik. 

Walau masih dalam bui, namun Elly tetap berambisi mengikuti pilkada sebagai calon gubernur Provinsi Sulawesi Utara pada 2015. Rencananya ia akan berpasangan dengan David Bobihoe. Keduanya akan diusung Partai Golkar, Hanura dan PKS. Elly mendaftar sebagai cagub ke Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono ketika itu. 

Namun, KPUD Sulawesi Utara tak meloloskan Elly dan David. Alasannya Elly masih harus mendekam di Lapas Sukamiskin hingga 24 Agustus 2016. Namun, pada kenyataannya ia bisa bebas lebih cepat dari tanggal itu. 

Kendati pernah dibui karena kasus korupsi, Elly tetap percaya diri maju kembali sebagai calon Bupati Talaud dan dinyatakan sebagai pemenang pada Agustus 2018. Namun, hingga Agustus 2019, ia belum juga dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara. Alasannya, Pemprov Sulut menemukan fakta Elly sudah pernah menjabat dua periode secara berturut-turut Bupati Kepulauan Talaud. 

7. Hillary Brigita punya harta Rp9,1 miliar

7 Fakta Hillary Brigitta yang Tengah Jadi Sorotan Minta Ajudan TNIHillary Brigita Lasut (instagram.com/@hillarylasut)

Meski masih muda, Hillary sudah mempunyai harta yang tidak sedikit. Dalam data harta kekayaan yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hillary diketahui memiliki total harta Rp9,1 miliar saat awal masuk DPR.

Harta paling tinggi berupa tanah dan bangunan. Nilainya mencapai Rp19,5 miliar. Tanah itu berada di Minahasa dan Jakarta. Ia diketahui memiliki tanah dan bangunan dari hasil sendiri di daerah Jakarta Barat senilai Rp12,5 miliar. Lalu, nilai tanah dan bangunan di Minahasa mencapai Rp7 miliar. 

Sedangkan, mobil, ia tercatat hanya memiliki satu kendaraan yakni Datsun GO senilai Rp80 juta. Ada pula surat berharga yang nilainya mencapai Rp495 juta. Namun, Hillary diketahui juga memiliki utang mencapai Rp11,1 miliar. Sehingga, total harta yang dimiliki Hillary Brigitta Lasut mencapai Rp9,1 miliar. 

Baca Juga: Wakil Ketua MKD: Tak Masalah Anggota DPR Hillary Minta Ajudan TNI

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya