Comscore Tracker

[BREAKING] Ini Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa 7,2 SR di Malut

Warga Halmahera sempat panik dan keluar rumah

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Maluku Utara, hari ini, Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB, disebabkan karena aktivitas sesar Sorong-Bacan.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyatakan, gempa tektonik ini dirasakan kuat di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, maka gempa ini merupakan gempa dangkal yang diduga kuat dipicu oleh sesar aktif. Diduga kuat Sesar Sorong-Bacan dengan mekanisme sesar geser menjadi pembangkit gempa ini," ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

Rahmat menjelaskan hasil analisis BMKG juga menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=7,2. Episenter gempa bumi terletak di koordinat 0,56 Lintang Selatan dan 128,06 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 Km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara, di kedalaman 29 km.

"Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Obi dalam skala intensitas V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, Bolaang Mongondow II MMI," kata dia.

Rahmat menyebutkan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami

Namun, hingga pukul 16.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

Rahmat juga mengingatkan kepada masyarakat agar mencermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis, untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg.

Baca Juga: [BREAKING] Gempa 7,2 SR Guncang Malut, Warga Halmahera Panik

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya