Jakarta, IDN Times – RSUD Bhayangkara (RS Polri) mengumumkan, telah menerima total 10 jenazah korban kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL TM 5568A di Stasiun Bekasi Timur.
Seluruh korban yang dievakuasi ke rumah sakit tersebut teridentifikasi berjenis kelamin perempuan.
“RSUD Polri kini telah menerima total 10 kantong jenazah dimana kantong jenazah tersebut berisi jenazah perempuan semua,” ucap Prima kepada wartawan di RSUD Bhayangkara, Selasa (28/4/2026).
Kepala RS Polri Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono menjelaskan, jenazah tiba secara bertahap pada hari ini. Jenazah pertama diterima pukul 03.00 WIB, disusul pukul 07.00 WIB, dan kloter terakhir tiba pukul 10.00 WIB.
Hingga saat ini, tim medis masih terus melakukan proses identifikasi karena terhitung baru tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan.
"Proses identifikasi masih berjalan. Hingga Selasa siang, baru tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka," ujar Prima.
Kecelakaan maut kereta di Bekasi bermula dari mogoknya sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, 35 menit sebelum kecelakaan utama terjadi. Mobil tersebut tertemper oleh KRL PLB 5181 relasi Jakarta-Cikarang, yang mengakibatkan jalur terhambat. Kondisi ini memaksa KRL PLB 5568A yang berada di belakangnya untuk berhenti darurat di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.
Nahas, KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindar dan menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti tersebut. Saat ini pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait kecelakaan maut ini.
