Wamendagri Bima Arya (IDN Times/Tata Firza)
Pada kesempatan itu, Tito Karnavian juga mengungkapkan tiga tugas kepada Bima Arya. Tito menyebut, Bima akan ditugaskan menjadi koordinator pengawas kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil).
Kemendagri saat ini tengah mendapatkan amanat besar dari pemerintah terkait sistem pemerintahan yang berbasis elektronik atau e-government.
"Pak Prabowo menginginkan digitalisasi pemerintahan layanan publik itu betul-betul terjadi," kata Tito.
Bima Arya menjadi koordinator yang membidangi Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan. Termasuk dalam jangka pendek, untuk mengawasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.
"Kemudian pak Bima Arya saya juga tugaskan menjadi koordinator ditjen politik dan pemerintahan," tutur dia.
"Di antaranya yang penting sekali yang sekarang dalam jangka pendek itu adalah masalah pilkada, monitoring desk pilkada," lanjutnya.
Lebih jauh, Tito juga mengamanatkan Bima Arya untuk menggodok rencana revisi delapan paket undang-undang politik melalui metode omnibus law yang diusulkan oleh Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia.
"Ini tugasnya pak Bima Arya karena beliau punya passion di situ, PhD di bidang itu dan juga ketua asosiasinya jadi beliau akademik sekaligus praktis," kata dia.
Terakhir, Bima Arya juga ditugaskan sebagai Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri. Menurut Tito, tugas ini telah sesuai dengan passion Bima Arya. Selain itu, tugas ini diberikan karena Puspen Kemendagri saat ini belum memiliki juru bicara.
"Kemudian beliau saya tugaskan juga karena kami nggak memiliki puspen kita tidak memiliki juru bicara, saya bilang pak Bima Arya kan punya passion di bidang itu jadi jubir untuk puspen Kemendagri," kata eks Kapolri itu.