Comscore Tracker

Soroti PPKM Level 4, Eks Direktur WHO Bandingkan Indonesia dan India

Ini catatan eks Direktur WHO soal perpanjangan PPKM level 4

Jakarta, IDN Times - Keputusan perpanjangan PPKM darurat atau level 4 akan diumumkan hari ini. Terkait pemberlakuan PPKM ini, Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama buka suara. Dia 'membandingkan' kondisi pandemik COVID-19 di Indonesia dengan India.

"Pada 3 Juli 2021 angka kepositifan (positivity rate Indonesia) totalnya adalah 25,2 persen dan kalau berdasar PCR/TCM adalah 36,7 persen. Hari ini 1 Agustus angkanya naik menjadi angka kepositifan totalnya adalah 27,3 persen dan kalau berdasar PCR/TCM adalah 52,8 persen," ujar Yoga, dalam keterangan tertulis dikutip Senin (2/8/2021).

"Sebagai ilustrasi saja, angka kepositifan India di akhir Juli ini adalah hanya 2,4 persen, turun 10 kali lipat dari angka sekitar 22 persen pada Mei 2021 dimana kasus di India sedang amat tinggi dan menjadi berita utama dunia dan di negara kita juga," tambahnya.

Karena itu, Yoga berharap angka positivity rate Indonesia bisa turun drastis seperti India.

Baca Juga: DPR Pertanyakan Keberadaan 12 Juta Vaksin COVID yang Belum Terpakai 

1. Yoga bandingkan jumlah kasus positif RI dari awal PPKM darurat sampai sekarang

Soroti PPKM Level 4, Eks Direktur WHO Bandingkan Indonesia dan IndiaIlustrasi pandemik COVID-19. (ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat)

Yoga menjelaskan, pada 3 Juli 2021 ada 27.913 kasus baru COVID-19. Pada 1 Agustus 2021, lanjutnya, angka kasus COVID-19 naik menjadi 30.738.

"Harus diingat bahwa pernah ada target agar sesudah PPKM angka dapat turun di bawah 10 ribu per hari, jadi masih jauh nampaknya," ujarnya.

Meski begitu, Yoga mengatakan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit (RS) mengalami penurunan saat diberlakukan PPKM darurat. Pasien dapat lebih mudah masuk IGD dan relatif lebih mudah mendapat perawatan di ruang isolasi dan ICU.

"Sesuatu kemajuan yang amat baik dan patut disyukuri," ungkapnya.

2. Yoga soroti angka kematian akibat COVID-19 meningkat tajam

Soroti PPKM Level 4, Eks Direktur WHO Bandingkan Indonesia dan IndiaIlustrasi tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 mengusung jenazah pasien positif COVID-19. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Dia pun menerangkan ada 491 orang meninggal dunia karena COVID-19 pada 3 Juli lalu. Sementara di 1 Agustus kemarin, data Satgas COVID-19 menunjukkan sebanyak 1.604 orang meninggal dunia.

"Jadi naik lebih tiga kali lipat," kata dia. Yoga mengatakan jumlah kematian akibat COVID-19 harus ditekan.

Sementara untuk jumlah pemeriksaan (testing) COVID-19, eks direktur WHO mengatakan ada 157.227 spesimen di 3 Juli 2021. Pada 1 Agustus, jumlah testing 112.700 spesimen.

"Pemerintah pernah menargetkan pemeriksaan 400 ribu sehari, yang jelas masih jauh dari tercapai," kata Yoga.

Baca Juga: [UPDATE] Penambahan Kasus Sembuh dari COVID-19 RI Tertinggi di Dunia

3. Soal diperpanjang atau tidaknya PPKM, ini catatan Yoga

Soroti PPKM Level 4, Eks Direktur WHO Bandingkan Indonesia dan IndiaRestoran saat PPKM Darurat hanya melayani take away. (IDN Times/Aryodamar)

Yoga mengatakan penentuan PPKM darurat atau level 4 diperpanjang berdasarkan dua hal, yakni situasi epidemiologi atau penularan di masyarakat daerah dan kapasitas respons kesehatan yang ada.

Perhitungannya, sambung Yoga, sesuai dokumen WHO yang berjudul 'Considerations for implementing and adjusting public health and social measures in the context of COVID-19'.

Mudahnya, Yoga mengatakan perpanjangan PPKM darurat ini dilihat dengan membandingkannya di 3 Juli lalu.

"Angka 3 Juli justru angka yang tinggi sehingga pada waktu itu diputuskan keadaan PPKM darurat. Jadi kalau angka hari-hari ini masih sama dengan angka 3 Juli (apalagi kalau lebih tinggi) maka artinya keadaan belumlah teratasi baik," tutupnya.

Baca Juga: Catatan Fraksi PAN, PPKM Level 4 Diusulkan Kembali Diperpanjang

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya