Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memburu pemodal yang mendanai operasi judi online (judol) jaringan internasional di Jakarta Barat.
Sahroni meyakini, mustahil 320 warga negara asing (WNA) yang terlibat bisnis haram di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower ini bisa berjalan tanpa adanya dukungan aktor kuat di belakang layar.
“Selanjutnya Polri harus berkolaborasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana sponsor dari bisnis haram ini. Siapa yang menggaji mereka? Siapa yang memfasilitasi? Pasti ada pemodalnya. Tidak mungkin 300 lebih WNA bisa beroperasi tanpa ada aktor kuat di belakangnya,” kata Sahroni kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
