Comscore Tracker

KSAL Siap Lanjutkan Program Jenderal Andika saat Jadi Panglima TNI

Yudo akan ikuti fit and proper test pada Jumat esok

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono mengatakan siap melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh Panglima TNI saat ini, Jenderal Andika Perkasa. Dalam waktu dekat, Yudo bakal menggantikan Andika yang akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022.

Proses uji kepatutan dan kelayakan bagi Yudo sudah dijadwalkan pada Jumat, (2/12/2022) di komisi I DPR. 

"Ya, sudah. Harus siap dong (melanjutkan program-program terdahulu)," ungkap Yudo usai melepas Satgas Mantime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL TA 2022 seperti dikutip dari kantor berita ANTARA pada Kamis, (1/12/2022). 

Yudo menjelaskan ia harus melanjutkan program Andika lantaran kebijakan mantan KSAD itu disusun pada tahun 2022 untuk dijalankan pada periode 2023. Maka, menurut Yudo, sudah otomatis ia bakal meneruskan program-program Andika.

"Ya tentunya harus meneruskan apa-apa yang (menjadi) kebijakan beliau. Karena kan pasti tahun 2023, ini kan sudah direncanakan di tahun 2022. Tinggal melaksanakan," tutur dia. 

Lalu, apakah Yudo sudah siap untuk mengikuti proses uji kepatutan dan kelayakan yang bakal digelar pada Jumat esok di komisi I?

Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Pilih Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

1. Yudo telah siapkan bahan-bahan yang akan ditanyakan oleh komisi I DPR

KSAL Siap Lanjutkan Program Jenderal Andika saat Jadi Panglima TNIKepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono mengaku kesal dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) (ANTARA FOTO/Indrayadi)

Lebih lanjut, Yudo mengatakan ia telah siap menghadapi uji kepatutan dan kelayakan di komisi I DPR pada Jumat siang esok. "Kami sudah siapkan bahan-bahan yang besok akan ditanyakan oleh komisi I," kata dia. 

Sementara, terkait visi dan misinya sebagai calon Panglima TNI belum bisa diungkap oleh Yudo pada hari ini. Ia akan menyampaikannya ke publik usai menjalani fit and proper test di komisi I DPR. 

"Nanti, sabar. Besok setelah fit and proper test saya sampaikan kepada rekan media," tutur dia lagi. 

Baca Juga: Besok! KSAL Yudo Margono Bakal Jalani Fit and Proper Test di DPR

2. Netralitas prajurit TNI di tahun politik akan jadi salah satu isu yang digali dari Yudo

KSAL Siap Lanjutkan Program Jenderal Andika saat Jadi Panglima TNIKepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono ketika memimpin TNI AL latihan militer bersama di Super Garuda Shield 2022. (Dokumentasi Dispenal)

Sementara, anggota komisi I DPR, TB Hasanuddin mengatakan bakal ada lima isu yang akan ditanyakan kepada Yudo dalam uji kelayakan nantinya. Di antaranya soal komitmen netralitas TNI hadapi tahun politik, penekanan disiplin prajurit, pendidikan dan pelatihan prajurit hingga lanjutkan rencana strategis Minimum Essential Force (MEF).

"Dan terakhir Panglima TNI harus mampu tekankan kesejahteraan prajurit. Kira-kira lima item itulah yang digali," ungkap Hasanuddin kepada media pada 28 November 2022 lalu.

Ia mengatakan hasil uji kelayakan itu nantinya akan diserahkan ke pimpinan DPR. Kemudian, DPR akan menggelar rapat paripurna sebagai persetujuan atau tidaknya penunjukan Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI.

"Rapur (rapat paripurna) selesai dan dikembalikan ke presiden nama yang disepakati jadi Panglima," tutur dia lagi. 

3. Connie yakin dua kecelakaan alutsista tak jadi penghambat Yudo saat fit and proper test

KSAL Siap Lanjutkan Program Jenderal Andika saat Jadi Panglima TNIAkademisi dan analis pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie (www.instagram.com/@connierahakundinibakrie)

Sementara, di media sosial, sempat muncul bertebaran narasi yang menyebut bila Yudo yang dipilih menjadi calon tunggal Panglima TNI, maka ia memiliki beban berat. Lantaran, dua kecelakaan alutsista terjadi saat ia menjabat KSAL. Dua kecelakaan itu yakni tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 yang menewaskan 53 anggota TNI AL dan pesawat latih G-36 Bonanza T-2503 yang menyebabkan dua prajurit gugur. 

Menurut analis militer dari Universitas Jenderal Ahmad Yani, Connie Rahakundini Bakrie, dua kecelakaan alutsista itu tidak akan menjadi catatan anggota komisi I DPR saat menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) nanti. Rencananya, uji kepatutan dan kelayakan itu bakal digelar pada Jumat, (2/12/2022). 

"Enggak, gak akan (jadi catatan). Kan sejak kejadian itu sudah banyak proses yang dijalankan dan sudah terbukti peristiwa tersebut bukan tanggung jawab Pak Yudo," ujar Connie kepada IDN Times melalui telepon pada Selasa, (29/11/2022).

Ia menambahkan narasi yang tersebar di media sosial dan kembali mengungkit dua peristiwa kecelakaan alutsista itu adalah usaha dari orang-orang yang frustasi. Mereka ingin menggolkan Dudung sebagai calon tunggal Panglima TNI. 

Di sisi lain, kata Connie, Presiden Jokowi ingin meninggalkan warisan baik di akhir masa kepemimpinannya. Warisan tersebut yakni mewujudkan poros maritim dunia dan nawacita. 

"Beliau kan selalu bilang sudah waktunya kita tak lagi memunggungi laut," katanya lagi. 

Baca Juga: Profil Yudo Margono: Anak Petani yang Terpilih Jadi Panglima TNI

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya