Comscore Tracker

Kumpulkan Donasi Rp10 Miliar, Ini Fakta Tentang Indonesia PASTI BISA

Berhasil melibatkan lebih dari 2.000 donor

Jakarta, IDN Times - Gerakan Indonesia PASTI BISA diinisiasi oleh East Ventures untuk membantu pemerintah Indonesia menangani pandemi Corona di Indonesia. Tak bekerja sendiri, beberapa mitra seperti KoinWorks, PwC, dan IDN Media turut mendukung berjalannya gerakan non-profit pertama dari East Ventures ini. Berikut beberapa fakta terkait gerakan Indonesia PASTI BISA.

Baca Juga: NUSANTARA TFRIC-19, Test-Kit Corona Buatan Lokal Lolos Uji Prototipe

1. Bertujuan membantu produksi 100.000 test-kit Corona tipe PCR

Kumpulkan Donasi Rp10 Miliar, Ini Fakta Tentang Indonesia PASTI BISAforbes.com

East Ventures menginisiasi gerakan ini sebagai upaya gotong royong membantu Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19) yang dibentuk Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi 100.000 test-kit Corona tipe PCR serta melakukan riset whole genome sequencing terhadap mutasi virus Corona di Indonesia.

Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, mengatakan, “Seluruh tahapan proyek gotong royong pembuatan test-kit ini—mulai dari riset, desain, validasi, produksi, hingga distribusi—adalah kesempatan bagi para anggota tim yang bergerak di berbagai bidang industri untuk berkoordinasi, stress test, dan melakukan optimalisasi kapasitas. Kami berharap agar gerakan ini bisa menjadi salah satu tonggak perjalanan sejarah menuju ekosistem produk kesehatan Indonesia yang berkesinambungan dan mandiri.”

2. Gerakan ini mendapat dukungan dari BPPT

Kumpulkan Donasi Rp10 Miliar, Ini Fakta Tentang Indonesia PASTI BISAIndonesia PASTI BISA menyalurkan Rp5 miliar untuk bahan baku 50.000 test kit. (Dok. East Ventures)

Menurut Hammam Riza, Ketua BPPT, kolaborasi antara TFRIC19 dengan Indonesia PASTI BISA membawa pengaruh baik bagi pembangunan ekosistem inovasi nasional, khususnya di masa-masa sulit seperti ini di mana kolaborasi antar pihak sangat dibutuhkan.

“Kolaborasi institusi pemerintah, industri, dan asosiasi dalam TFRIC19 bersama gerakan Indonesia PASTI BISA merupakan wujud konkret membangun ekosistem inovasi nasional. Kami berharap agar ekosistem inovasi yang telah terbangun dalam TFRIC19 yang terdiri dari perwakilan perguruan tinggi, BUMN, swasta, asosiasi, dan lembaga pemerintah dapat mendorong percepatan pengembangan produk dalam negeri, guna mengatasi wabah COVID-19. Salah satunya seperti PCR test-kit ini,” jelas Hammam.

3. Dana yang terkumpul telah mencapai 100% dan melibatkan lebih 2.101 donor

Pada Minggu (26/4) lalu, penggalangan dana Indonesia PASTI BISA telah berhasil mencapai 100%. Dari target sebesar Rp10 miliar, jumlah donasi yang berhasil terkumpul adalah Rp10.067.521.138. Jumlah tersebut dicapai setelah proses penggalangan dana selama 4 minggu yang melibatkan 2.101 donor yang terdiri dari 36 perusahaan dan 2.065 individu. Sebanyak 99% donor berasal dari lokal atau Indonesia dan 1% sisanya merupakan donor internasional.

Beberapa perusahaan besar pun tercatat turut berpartisipasi sebagai donor, seperti Traveloka, Tokopedia, Sociolla, Samora Group, Warung Pintar, Mekari, KoinWorks, IDN Media, dan East Ventures sendiri.

Baca Juga: East Ventures Salurkan Rp5 Miliar untuk Produksi 50.000 Tes-Kit Corona

4. Proses produksi test-kit sudah dimulai dengan bantuan beberapa institusi

Kumpulkan Donasi Rp10 Miliar, Ini Fakta Tentang Indonesia PASTI BISAAktivitas di Laboratorium Nusantics (Dok.Istimewa/East Venture)

Test-kit Corona yang akan diproduksi oleh TFRIC19 memiliki tipe qRT-PCR dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis rapid test. qRT-PCR ini dibuat berdasarkan prototipe yang telah dibuat oleh Nusantics, sebuah startup bioteknologi lokal yang bergerak di bidang genetika dengan dukungan Lembaga Eijkman dan Litbangkes.

Uang Rp10 miliar yang terkumpul melalui Indonesia PASTI BISA digunakan Nusantics untuk membeli bahan baku pembuatan test-kit. Karena tingginya permintaan terhadap beberapa bahan baku membuat proses pengiriman membutuhkan waktu yang lebih lama. Setelah seluruh bahan baku tiba di Indonesia, proses produksi 100.000 test-kit akan Bio Farma dan Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).

Topic:

  • Saraya Adzani

Berita Terkini Lainnya