Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra menegaskan penanganan infrastruktur sungai di tiga provinsi terdampak jadi salah satu prioritas penanganan jangka panjang dalam fase pemulihan. Upaya ini akan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan, normalisasi sungai penting untuk menunjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor ekonomi primer, seperti pertanian dan perikanan. Berdasarkan data Satgas PRR, sungai terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara mayoritas mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
“Sungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang untuk sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (26/3/2026).
