Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Satpol PP Dipukul hingga 6 Jahitan, Pramono Minta Proses Hukum
Ilustrasi Satpol PP DKI Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta kasus pemukulan petugas Satpol PP saat penertiban di Bulungan diproses hukum, menegaskan pemerintah tidak boleh kalah dari premanisme.
  • Insiden bermula ketika Satpol PP dan Dishub menertibkan PKL serta parkir liar dengan mencabut pentil ban; provokasi kemudian memicu bentrokan dengan pekerja di lokasi.
  • Setelah Dishub mundur, sejumlah orang mengejar petugas dan memukul anggota Satpol PP dengan helm hingga mendapat enam jahitan, meski manajemen telah meminta maaf.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tadi malam

Pramono menyatakan pemerintah tidak boleh kalah terhadap premanisme yang menyasar petugas.

Senin (12/10/2026)

Pramono meminta kasus pemukulan terhadap petugas Satpol PP saat penertiban di Bulungan tetap diproses hukum.

sampai sekarang

Pramono menegaskan proses hukum harus ditegakkan meski pihak manajemen telah menyampaikan permohonan maaf.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seorang anggota Satpol PP dipukul dan dihantam helm saat penertiban PKL serta parkir liar di kawasan kolam renang Bulungan. Korban menjalani perawatan dan menerima enam jahitan.
  • Who?
    Anggota Satpol PP menjadi korban; petugas Dishub terlibat dalam penertiban; sejumlah pekerja di lokasi disebut terlibat bentrokan dan pengejaran. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta proses hukum ditegakkan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di kawasan kolam renang Bulungan, Jakarta Selatan. Anggota Satpol PP yang terluka mendapat perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong.
  • When?
    Waktu kejadian per saat ini masih belum diketahui. Pramono Anung menyampaikan permintaan penegakan proses hukum pada Senin, 12 Oktober 2026, di Jakarta Timur.
  • Why?
    Bentrokan terjadi setelah penertiban PKL dan parkir liar, termasuk pencabutan pentil ban kendaraan. Pramono menyebut ada provokasi terhadap pekerja di lokasi sebelum terjadi bentrokan awal dengan petugas Dishub.
  • How?
    Petugas Dishub mundur setelah bentrokan awal, tetapi sejumlah orang disebut mengejar petugas. Anggota Satpol PP kemudian dipukul dan dihantam helm. Meski manajemen telah meminta maaf, proses hukum diminta tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Petugas Satpol PP menertibkan pedagang dan mobil yang parkir sembarangan di Bulungan. Lalu ada orang yang membuat ribut. Beberapa orang mengejar petugas dan memukul satu petugas dengan helm. Petugas itu dirawat dan mendapat enam jahitan. Gubernur Pramono Anung meminta polisi tetap mengurus kasus ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons pemerintah terhadap insiden ini menunjukkan penegasan perlindungan bagi petugas yang menjalankan tugas publik. Korban telah memperoleh perawatan, sementara permohonan maaf dari manajemen tetap disertai komitmen agar proses hukum berjalan. Keinginan mendengar penjelasan terlebih dahulu juga mencerminkan upaya menangani perkara secara tegas sekaligus berlandaskan pemeriksaan yang menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta kasus pemukulan terhadap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penertiban di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, agar diproses hukum. Ia menyebut pemerintah tidak boleh kalah dengan tindakan premanisme terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas.

"Terhadap tindakan ini, tadi malam pun saya bilang bahwa kita gak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun," kata di SDN 05 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).

1. Provokasi saat operasi cabut pentil

Dishub DKI tertibkan parkir liar di Senopati, Jaksel, Minggu (28/6/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Pramono mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di kawasan kolam renang Bulungan. Penertiban dilakukan Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub), termasuk dengan mencabut pentil ban kendaraan yang parkir sembarangan.

"Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada," ucapnya.

2. Satpol PP terkena pukulan

Ilustrasi Satpol PP DKI Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Petugas Dishub kemudian mundur dari lokasi. Namun, sejumlah orang masih mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP yang menjadi korban pemukulan

"Akhirnya Dishub-nya mundur ke ke luar, dan masih ada orang yang mengejar petugas. Termasuk Satpol PP yang kemudian dipukul, dihantam pakai helm, dan apa eh Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan," katanya.

3. Pramono minta proses hukum

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/10). (Dok. Pemprov DKI)

Meski pihak manajemen telah menyampaikan permohonan maaf, Pramono meminta agar proses hukum terhadap kasus pemukulan tersebut tetap berjalan.

Ia juga telah meminta Kepala Dinas Satpol PP mendengarkan terlebih dahulu penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi. Namun, langkah itu tidak berarti persoalan hukum dihentikan.

"Tetapi sampai sekarang karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar, dan kemudian mengintimidasi, saya minta untuk proses hukumnya tetap ditegakkan," tegas Pramono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article