Ilustrasi sekolah (freepik.com/Odua)
Rehabilitasi SD Negeri 065010 mencakup perbaikan berbagai fasilitas sekolah. Seluruh plafon di enam ruang kelas, ruang guru, serta ruang perpustakaan atau laboratorium telah diperbaiki.
Empat ruangan yang sebelumnya mengalami kemiringan, yakni ruang guru, kelas VI, kelas V, dan kelas IV, diperkuat melalui pengecoran agar lantai dan dinding kembali lebih kokoh. Kusen jendela di delapan ruangan juga diperbaiki atau diganti, sedangkan pintu di delapan ruangan diganti dan dinding sekolah dicat ulang.
Perbaikan turut menyasar tiga toilet, mulai dari peninggian lantai, perbaikan pintu dan keran, hingga penggantian plafon. Jika sebelumnya hanya satu toilet yang berfungsi, kini ketiganya dapat digunakan.
Halaman sekolah yang sebelumnya rendah dan mudah tergenang juga ditinggikan menggunakan tanah. Paving block diperbaiki dan ditata kembali agar halaman bisa digunakan untuk aktivitas siswa, termasuk upacara bendera dan olahraga.
Lasmaida Simatupang (54), guru kelas I yang telah mengajar selama 22 tahun, mengatakan jumlah siswa di sekolah tersebut pernah mencapai sekitar 250 orang. Namun, kini jumlahnya tersisa 75 siswa seiring banjir yang semakin sering terjadi sejak 2024. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petambak ikan.
Menurut Lasmaida, banjir yang sebelumnya masih relatif dapat diperkirakan kini bisa datang dalam rentang mingguan atau bulanan. Pada Desember 2025, air bahkan mencapai ketinggian sekitar lutut dan membawa lumpur ke ruang kelas.
Sejumlah lemari, meja, kursi, pengeras suara, dan perangkat elektronik ikut terdampak. Selain menghentikan kegiatan belajar selama sekitar satu pekan, kondisi halaman yang tergenang juga membuat siswa tidak bisa melaksanakan upacara dan olahraga selama lebih dari satu bulan.
Kini, aktivitas tersebut mulai kembali berjalan. “Sudah bisa upacara setiap Senin,” kata Chelsea Olivia (11), siswa kelas VI.
Siswa lainnya, Adinda Safira (11), juga merasakan perubahan setelah sekolah diperbaiki.
“Lebih nyaman aja sih. Terus kalau belajar lebih enak gitu. Kalau dulu kan was-was, sekarang sudah tidak,” ujarnya.