Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menghadiri acara Hari Bhakti Imigrasi 2026. (Dok. MPR RI).
lbas menekankan, Indonesia tidak boleh sekadar reaktif. Ia menawarkan tiga pilar langkah strategis menyikapi dinamika tersebut.
Pilar pertama adalah penguatan ketahanan energi. Ibas menilai, Indonesia perlu mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) agar tidak terlalu bergantung pada sumber energi konvensional yang rentan terhadap gejolak global.
Selain itu, diversifikasi sumber impor energi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara atau kawasan tertentu.
Di sisi lain, peningkatan produksi energi domestik perlu terus didorong, bersamaan dengan penguatan cadangan energi strategis nasional, sehingga Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi krisis energi.
Pilar kedua berfokus pada stabilitas ekonomi dan perlindungan rakyat. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, pemerintah perlu mengantisipasi potensi inflasi melalui koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Di samping itu, pengamanan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan, harus menjadi perhatian utama, termasuk melalui pengendalian harga bahan pokok. Ibas juga menekankan pentingnya penguatan UMKM serta industri dalam negeri sebagai benteng ekonomi domestik agar tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal.
"Dalam situasi global yang sulit, perlindungan terhadap rakyat harus menjadi prioritas utama,” kata Ketua Fraksi Demokrat MPR RI ini.
Sementara itu, pilar ketiga adalah diplomasi aktif dan konsisten. Ibas menekankan bahwa Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
Menurutnya, prinsip tersebut bukan berarti bersikap netral tanpa pendirian, melainkan aktif berkontribusi dalam mendorong perdamaian yang berlandaskan keadilan internasional.
Oleh karena itu, Indonesia perlu terus mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, negosiasi, dan gencatan senjata. Selain itu, peran Indonesia di berbagai forum multilateral juga perlu diperkuat, agar negara ini dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu berperan lebih besar dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.