Qatar Mengadu ke PBB, Kutuk Serangan Iran yang Menyasar Mereka

- Qatar mengirim surat resmi ke Sekjen dan Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan rudal serta drone Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan Teluk.
- Serangan Iran menembakkan puluhan rudal dan drone ke Qatar, sebagian besar berhasil dicegat, namun dua rudal menghantam Pangkalan Udara Al Udeid.
- Qatar menyerukan penghentian eskalasi dan kembali ke dialog, sementara Iran menegaskan targetnya adalah pangkalan militer AS, bukan negara tetangga.
Jakarta, IDN Times - Qatar resmi mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB, yang kini dipimpin Amerika Serikat. Surat itu mengutuk serangan Iran terhadap wilayah Qatar dan negara-negara Teluk lainnya.
Mereka menyebut serangan itu sebagai eskalasi yang tidak dapat diterima yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
1. Qatar dihujani puluhan rudal dan drone

Surat resmi dari Sheikha Alia Ahmed bin Saif Al Thani, Duta Besar Qatar untuk PBB, menyatakan Qatar berhak menanggapi serangan yang dilancarkan oleh Iran.
“Pada Sabtu (28/2/2026), setelah serangan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Iran menembakkan 83 rudal dan 12 drone ke Qatar,” kata Alia Ahmed, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Qatar berhasil mencegat 81 rudal dan 11 drone. Namun, dua rudal berhasil menembus pertahanan dan mengenai Pangkalan Udara Al Udeid.
2. Qatar minta hentikan eskalasi

Sheikha Alia Ahmed bin Saif Al Thani dalam surat resmi kepada PBB menyebut, sejumlah rudal berhasil dicegat di wilayah sipil Qatar, termasuk zona komersial dan perumahan seperti kawasan West Bay dan kota perumahan Barwa.
Pada Minggu pagi, tercatat 92 rudal balistik dan 17 drone terdeteksi di wilayah Qatar. Meski sebagian besar berhasil dicegat, insiden ini menunjukkan eskalasi ketegangan di kawasan Teluk yang terus meningkat.
“Negara Qatar memperbarui seruannya untuk segera menghentikan tindakan eskalasi apa pun, kembali ke meja dialog, memprioritaskan bahasa akal sehat dan kebijaksanaan, dan upaya untuk mengatasi krisis dengan cara yang menjaga keamanan kawasan, melindungi kepentingan rakyatnya, dan mencegah terjadinya konfrontasi yang lebih luas,” tuturnya dalam surat itu.
3. Trump kaget Iran serang negara tetangganya

Presiden Donald Trump menilai perang ini kemungkinan akan berlangsung 4-5 minggu. Ia mengaku terkejut dengan serangan Iran ke negara tetangganya.
Sejumlah negara tetangga Iran terdampak serangan balasan Teheran. Namun, Mohammad Boroujerdi menegaskan Iran tidak bermaksud menyerang negara tetangga.
“Kami menyerang pangkalan-pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah-wilayah negara tetangga kami. Pangkalan-pangkalan militer itu merupakan wilayah milik musuh tersebut. Jadi kami sama sekali tidak bermaksud menyerang negara tetangga kami, tapi musuh yang memanfaatkan wilayah dari negara tetangga kami,” ucapnya.

















