Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Barang-Jasa

Perang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Barang-Jasa
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • DPR melalui Chusnunia meminta pemerintah waspada terhadap dampak perang Iran-AS-Israel yang menutup Selat Hormuz, karena jalur ini vital bagi perdagangan dan pasokan minyak dunia.
  • Penutupan Selat Hormuz diperkirakan meningkatkan biaya impor-ekspor Indonesia serta memicu lonjakan harga energi, yang berimbas pada naiknya harga barang dan jasa di dalam negeri.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah melapor ke Presiden Prabowo mengenai ancaman gangguan pasokan minyak, menegaskan pentingnya antisipasi cepat demi menjaga stabilitas energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia, sebagai dampak perang Iran melawan AS dan Israel. Penutupan Selat Hormuz dan pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut, berpotensi mengganggu jalur perdagangan global, sekaligus memicu kenaikan biaya logistik dalam waktu dekat.

“Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan global yang menjadi pintu keluar-masuk utama minyak, dan komoditas dari kawasan Teluk, yang artinya gangguan di jalur ini tidak hanya memengaruhi perdagangan internasional,” kata Chusnunia dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/3/2026).

1. Berdampak pada biaya impor dan ekspor Indonesia

Perang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Barang-Jasa
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Chusnunia menyebut situasi ini pasti berdampak pada pelaku usaha, di mana situasi ini berpotensi pada peningkatan biaya perdagangan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah itu.

“Dampaknya, biaya impor dan ekspor Indonesia berpotensi meningkat, terlebih Indonesia, sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energinya,” jelasnya.

2. Harga barang-jasa berpotensi naik

Perang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Barang-Jasa
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Lebih lanjut, menurut Chusnunia, penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia secara signifikan. Satu di antaranya adalah setiap kenaikan harga minyak 1 dolar AS per barel di atas asumsi pemerintah, dapat menambah beban negara sekitar Rp10,3 triliun.

“Kenaikan harga energi akan meningkatkan biaya transportasi, manufaktur, dan pertanian, yang pada gilirannya akan meningkatkan harga barang dan jasa secara keseluruhan,” ungkapnya.

3. Bahlil menghadap ke Prabowo soal penutupan Selat Hormuz

Perang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Barang-Jasa
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan kondisi terkini geopolitik di Timur Tengah. Salah satunya ancaman penutupan Selat Hormuz di Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah ke Tanah Air.

Bahlil menegaskan pemerintah perlu melakukan antisipasi cepat, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak sebesar 1 juta barel per hari. Menurutnya, stabilitas pasokan energi nasional menjadi prioritas di tengah ketegangan Timur Tengah.

"Mungkin (laporan) menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz di Iran. Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Terkait pergerakan pasar, Bahlil mengakui, harga minyak mentah dunia sudah mulai merangkak naik secara perlahan. Meski demikian, Bahlil memastikan, kondisi subsidi BBM di dalam negeri sejauh ini belum terdampak.

"Sampai dengan hari ini gak ada masalah. Tapi kan harga dunia kan pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang tetap terus memanas di Timur Tengah," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in Business

See More