Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendukung penuh langkah soal penggunaan mobil maung jadi kendaraan dinas. (IDN Times/Amir Faisol)
Sebelumnya, Sara mengaku sempat yakin keputusan mundur dari DPR adalah langkah yang tepat. Dia merasa, jabatan bukanlah segalanya dan dirinya tetap bisa berkontribusi di luar politik praktis.
“Karena ya segala pergumulan tadi dan karena memang saya percaya betul bahwa posisi dan jabatan bukan segalanya, saya masih bisa bekerja di luar DPR,” tulis Rahayu, dikutip Minggu, 9 November 2025.
Sara mengaku menerima banyak pesan dari masyarakat setelah kabar penolakan itu. Sebagian besar berisi dukungan agar dia tetap bertahan di DPR, tapi tidak sedikit pula yang menuduh langkahnya hanyalah sebuah gimmick politik.
“Banyak juga suara yang langsung menyampaikan bahwa kesannya ini di-setting dan pengunduran diri saya kemarin hanya sebuah gimmick," kata dia.
Pesan dukungan yang diterimanya pun datang dalam jumlah besar. Ada yang menyemangatinya untuk tidak menyerah dan tetap memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Ayo Sara balik lagi! Tetap semangat! Jangan kalah sama mereka yang gak ngerti pengorbanan kamu seperti apa!” tulisnya menirukan beberapa pesan dari pendukungnya.
Sebelum menyatakan mundur melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 10 September 2025, Sara yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam siniar berdurasi 42 menit membahas isu perempuan hingga ekonomi kreatif. Dia menjelaskan alasannya mengundurkan diri, salah satunya karena pernyataannya yang mendorong anak muda untuk berusaha mandiri dan tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Menurut Sara, generasi milenial perlu memiliki perspektif baru agar tidak sepenuhnya mengandalkan lapangan kerja yang kini mulai digantikan oleh otomasi. Ia mendorong anak muda untuk berwirausaha di berbagai bidang, seperti kuliner, fesyen, hingga multimedia. Namun, ia mengakui pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai perasaan sebagian masyarakat.
“Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama mereka yang masih berjuang menghidupi keluarga dan bertahan hidup. Kesalahan sepenuhnya ada pada saya. Karena itu, melalui pesan ini saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ucapan dan sikap saya. Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri sebagai Anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” kata dia, saat itu.
Pengunduran diri Sara bertepatan dengan ramainya dorongan masyarakat kepada sejumlah anggota DPR agar mundur dari kursi parlemen, karena ucapan maupun perbuatan mereka yang melukai hati rakyat, di tengah demo besar pada akhir Agustus 2025.