Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo buka suara setelah kembali ke parlemen.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo buka suara setelah kembali ke parlemen. (IDN Times/Amir Faisol)

Intinya sih...

  • Sara Gerindra kembali ke parlemen karena mengklaim dapat dukungan 10 ribu konstituennya.

  • Sara menyebut menghormati putusan MKD DPR RI.

  • Sara sebut keputusan mundur kala itu merupakan langkah yang tepat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang akrab disapa Sara buka suara, setelah kembali beraktivitas di parlemen dan langsung memimpin rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Sara sempat mengambil jeda selama dua bulan, setelah pengunduran dirinya ditolak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, akibat ucapannya yang menuai kontroversial.

Sara memimpin langsung rapat kerja Komisi VII dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Rifki Harsya dalam rangka membahas evaluasi program kerja 2025 dan rencana kerja 2026, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2025).

"Saya mohon waktu untuk bisa mengambil keputusan agar tidak gegabah," ujarnya merespons putusan MKD DPR yang menolak pengunduran dirinya kala itu.

1. Kembali ke parlemen karena dukungan 10 ribu konstituennya

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo buka suara setelah kembali ke parlemen. (IDN Times/Amir Faisol)

Sara mengklaim keputusannya kembali aktif di parlemen tidak lepas dari dukungan 10 ribu konstituennya, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang mendukung penuh langkah politiknya di DPR RI.

Terlepas dari gelombang demo massal pada Agustus 2025, Sara mengaku tetap memiliki tanggung jawab bagi konstituennya. Karena itu, dia mengaku harus menjalankan tugas dan amanat dari mereka.

"Kecuali kalau misalkan nanti dari pihak kembali lagi konstituen meminta untuk saya berhenti, ya tentunya saya harus minimal mencobalah untuk bisa membuat mereka bangga dan melakukan tugas saya dengan baik," ujar Sara dikonfirmasi disela-sela rapat tersebut.

2. Hormati putusan MKD DPR RI

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo buka suara setelah kembali ke parlemen. (IDN Times/Amir Faisol)

Di sisi lain, keponakan Presiden Prabowo Subianto itu tetap menghormati putusan MKD yang menolak keputusannya mundur dari parlemen kala itu. Apalagi, putusan MKD didasarkan pada petisi 10 ribu konstituennya agar tetap menjadi anggota DPR.

"Saya menghormati dan bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat, terutama konstituen saya di dapil, terutama mereka 10.000 lebih yang telah menandatangani petisi yang menaruh harapan dan juga kepercayaan kepada diri saya untuk tetap mewakili suara mereka di sini," ujarnya.

Diketahui, Sara sempat mengambil jeda usai pengunduran dirinya sebagai anggota DPR ditolak pada Oktober 2025. Meski dinyatakan masih aktif sebagai anggota parlemen, Sara tak pernah terlihat dalam rapat Komisi VII yang juga sebagai salah satu pimpinan di komisi yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, dan Sarana Publikasi itu.

3. Sara sebut keputusan mundur langkah yang tepat

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendukung penuh langkah soal penggunaan mobil maung jadi kendaraan dinas. (IDN Times/Amir Faisol)

Sebelumnya, Sara mengaku sempat yakin keputusan mundur dari DPR adalah langkah yang tepat. Dia merasa, jabatan bukanlah segalanya dan dirinya tetap bisa berkontribusi di luar politik praktis.

“Karena ya segala pergumulan tadi dan karena memang saya percaya betul bahwa posisi dan jabatan bukan segalanya, saya masih bisa bekerja di luar DPR,” tulis Rahayu, dikutip Minggu, 9 November 2025.

Sara mengaku menerima banyak pesan dari masyarakat setelah kabar penolakan itu. Sebagian besar berisi dukungan agar dia tetap bertahan di DPR, tapi tidak sedikit pula yang menuduh langkahnya hanyalah sebuah gimmick politik.

“Banyak juga suara yang langsung menyampaikan bahwa kesannya ini di-setting dan pengunduran diri saya kemarin hanya sebuah gimmick," kata dia.

Pesan dukungan yang diterimanya pun datang dalam jumlah besar. Ada yang menyemangatinya untuk tidak menyerah dan tetap memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Ayo Sara balik lagi! Tetap semangat! Jangan kalah sama mereka yang gak ngerti pengorbanan kamu seperti apa!” tulisnya menirukan beberapa pesan dari pendukungnya.

Sebelum menyatakan mundur melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 10 September 2025, Sara yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam siniar berdurasi 42 menit membahas isu perempuan hingga ekonomi kreatif. Dia menjelaskan alasannya mengundurkan diri, salah satunya karena pernyataannya yang mendorong anak muda untuk berusaha mandiri dan tidak hanya bergantung pada pemerintah.

Menurut Sara, generasi milenial perlu memiliki perspektif baru agar tidak sepenuhnya mengandalkan lapangan kerja yang kini mulai digantikan oleh otomasi. Ia mendorong anak muda untuk berwirausaha di berbagai bidang, seperti kuliner, fesyen, hingga multimedia. Namun, ia mengakui pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai perasaan sebagian masyarakat.

“Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama mereka yang masih berjuang menghidupi keluarga dan bertahan hidup. Kesalahan sepenuhnya ada pada saya. Karena itu, melalui pesan ini saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ucapan dan sikap saya. Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri sebagai Anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” kata dia, saat itu.

Pengunduran diri Sara bertepatan dengan ramainya dorongan masyarakat kepada sejumlah anggota DPR agar mundur dari kursi parlemen, karena ucapan maupun perbuatan mereka yang melukai hati rakyat, di tengah demo besar pada akhir Agustus 2025.

Editorial Team