Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setelah 25 Tahun, Akhirnya Gereja GMHAK Taman Harapan Diresmikan
Pemerintah Provinsi DKI meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMHAK) Taman Harapan Jaya, Jakarta Timur yang pembangunannya berlangsung lebih dari 25 tahun, Jakarta, Minggu (25/10/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan GMHAK Taman Harapan Jaya di Jakarta Timur setelah proses perizinan dan pembangunan berlangsung lebih dari 25 tahun.

  • Pramono meminta perizinan rumah ibadah dipercepat setelah administrasi lengkap, dengan target penyelesaian satu hingga dua minggu, serta menegaskan pelayanan tanpa membedakan latar belakang.

  • Pembangunan gereja beranggaran Rp7,234 miliar dari empat sumber dana dan kini mencapai 80 persen; sisa pekerjaan mencakup tembok serta urusan bangunan di sebelah gereja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
lebih dari 25 tahun

Proses pengurusan izin dan pembangunan GMHAK Taman Harapan Jaya berlangsung selama lebih dari 25 tahun.

25 Oktober 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan GMHAK Taman Harapan Jaya di Jakarta Timur. Ia meminta proses perizinan rumah ibadah dipercepat setelah persyaratan administrasi lengkap.

Saat ini

Progres pembangunan gereja mencapai 80 persen, dengan 20 persen pekerjaan masih perlu diselesaikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya, yang proses perizinan dan pembangunannya berlangsung lebih dari 25 tahun.
  • Who?
    Pramono Anung, Ketua Jemaat GMHAK Taman Harapan Jaya Reapelt Kairupan, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, jemaat, donatur, serta organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh terlibat dalam peresmian dan pembangunan.
  • Where?
    Peresmian berlangsung di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya, Jakarta Timur.
  • When?
    Peresmian dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2026.
  • Why?
    Gereja diresmikan setelah pengurusan izin dan pembangunan berlangsung lebih dari 25 tahun. Pramono juga meminta perizinan rumah ibadah dipercepat setelah persyaratan administrasi terpenuhi.
  • How?
    Pembangunan dibiayai Rp7,234 miliar dari swadaya jemaat, donatur, penjualan hasil gereja lama, serta dukungan organisasi gereja. Progres bangunan mencapai 80 persen dan sisa pekerjaan masih akan diselesaikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Pramono Anung meresmikan Gereja GMHAK Taman Harapan Jaya di Jakarta Timur. Gereja ini diurus dan dibangun lebih dari 25 tahun. Biayanya Rp7,234 miliar dari jemaat dan para pemberi bantuan. Bangunannya sudah jadi 80 persen. Masih ada bagian yang belum selesai. Pramono minta izin rumah ibadah dibuat lebih cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peresmian GMHAK Taman Harapan Jaya menandai terwujudnya upaya panjang jemaat yang didukung swadaya, donatur, dan organisasi gereja. Meski pembangunan masih berlanjut, tempat ibadah ini telah dapat digunakan, sementara perhatian pemerintah terhadap percepatan izin dan penyelesaian pekerjaan tersisa membuka ruang bagi pelayanan yang lebih setara serta kehidupan toleransi di Jakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMHAK) Taman Harapan Jaya di Jakarta Timur, pada Minggu (25/10/2026). Peresmian ini menjadi momen penting setelah proses pengurusan izin dan pembangunan gereja tersebut berlangsung lebih dari 25 tahun.

Pramono meminta jajarannya mempercepat proses perizinan rumah ibadah setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, agar tidak memakan waktu lama lagi.

“Pembangunan gereja ini berjalan sangat panjang sekali, 25 tahun lebih mengurusnya. Dan saya tahu bahwa untuk mengurus izin yang disebut dengan PBG dan sebagainya itu tidak gampang,” kata Pramono dalam acara peresmian GMAHK Taman Harapan, dikutip dari ANTARA.

1. Pramono minta proses perizinan rumah ibadah dipercepat

ilustrasi perizinan (unsplash.com/Romain Dancre)

Pramono mengatakan, proses perizinan rumah ibadah harus mendapat perhatian agar lebih efisien dan tidak berlarut-larut. Ia menyebut proses perizinan seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat setelah seluruh dokumen administrasi dinyatakan lengkap.

“Seyogianya dalam waktu kalau administrasinya sudah selesai, seminggu-dua minggu harus selesai. Dan itu secara konsisten saya lakukan. Begitu sampai di meja saya untuk menandatangani dan memberikan persetujuan tidak lebih dari 5 menit. Tidak lebih,” ucapnya.

Ia juga menegaskan komitmennya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, ras, maupun etnis.

2. Pembangunan gereja menelan anggaran Rp7,234 miliar

ilustrasi dana donasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Ketua Jemaat GMHAK Taman Harapan Jaya, Reapelt Kairupan, menyampaikan total anggaran pembangunan gereja ini mencapai Rp7,234 miliar.

“Anggaran secara total sebesar Rp7.234.000.000,” kata Reapelt.

Dana tersebut berasal dari empat sumber, yakni swadaya jemaat, donatur, penjualan hasil gereja lama, serta dukungan organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yakni Indonesia Uni Kawasan Tengah dan Konferens DKI Jakarta.

3. Pembangunan gereja baru mencapai 80 persen

ilustrasi Gereja Gedangan (commons.wikimedia.org/ Crisco 1492)

Meski demikian, pembangunan GMHAK Taman Harapan Jaya belum sepenuhnya rampung. Reapelt mengatakan, progres pembangunan baru mencapai 80 persen, sehingga masih ada 20 persen pekerjaan yang perlu diselesaikan.

“Saat ini progres pembangunan, Pak Gubernur, baru berjalan 80 persen, tapi kami sudah bisa beribadah di tempat ini. Masih ada 20 persen yang sisa yang akan kami selesaikan,” katanya.

Dalam hal ini, Pramono meminta Wali Kota Jakarta Timur Munjirin membantu menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, termasuk pembangunan tembok dan persoalan perizinan yang berkaitan dengan bangunan di sebelah gereja.

“Dengan demikian, diharapkan keberadaan gereja tersebut dapat menjadi tempat bagi jemaat untuk beribadah dan memperoleh kedamaian, sekaligus memperkuat kehidupan toleransi antar umat beragama di Jakarta,” tutup Pramono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article