Jakarta, IDN Times - Nunik, warga Kota Palu, sudah dua hari bertahan di Bandara Mutiara Sis Aldjufri menanti giliran dievakuasi. Namun sampai Senin siang kemarin dirinya belum juga mendapatkan giliran.
"Saya dari Kelurahan Nunu, Kota Palu, sudah dua hari berada di sini menunggu giliran naik pesawat Hercules, namun belum mendapatkan kesempatan," kata Nunik seperti dikutip dari Antara, Senin malam (1/10).
Nunik, bersama anak dan suaminya, hanya satu dari sekitar 1.500 orang yang hari itu datang ke Bandara Mutiara Sis Aldjufri untuk dievakuasi. "Saya ingin kembali ke Jawa Timur," kata Nunik.
Ia bersama warga lain, termasuk anak-anak, bertahan di bandara meski siang itu cuaca sangat terik. Bahkan ada beberapa ibu yang pingsan karena kehausan dan kelelahan.
Sejak gempa bumi dan tsunami menghantam Kota Palu pada Jumat pekan lalu, banyak warga kota itu memilih dievakusi. Sebab tak banyak yang tersisa di Kota Palu. Gempa dan tsunami merenggut semuanya, mulai dari rumah hingga sanak keluarga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sampai Senin sore, korban meninggal akibat gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Donggala mencapai 844 orang.