Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 H (dok. Sekretariat Presiden)
Wakil Direktur Imparsial, Hussein Ahmad, menilai kondisi yang terjadi saat ini sudah melampaui dwifungsi era Orde Baru. Menurutnya, aktivitas militer di ranah sipil era Orde Baru, kembali terjadi di pemerintahan Prabowo Subianto.
“Situasi ini bukan lagi yang pengamat anggap sebagai gejala dwifungsi atau gejala order baru, tetapi memang kita sudah sampai pada dwifungsi yang baru dan bahkan beberapa orang mengatakan bahwa ini multifungsi dalam konteks politik juga. Ini bukan lagi mengarah kepada Orde Baru tetapi ini sudah sampai orde yang paling baru karena hampir seluruh kriteria yang apa namanya, yang bisa menjelaskan bahwa kenapa Orde Baru bisa berkuasa begitu lama, itu hari ini sudah terjadi,” ujar Hussein kepada IDN Times, Jumat (3/7/2026).
Hussein mengatakan, militer masuk kegiatan sipil dimulai pada era Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo, sejak 2016. Menurutnya, era Jokowi kerap membuka pintu aturan militer masuk ranah sipil.
"Kami sejak 2016 melihat ada perubahan gestur dari Presiden Jokowi pada saat itu ya, jadi pasca-pilkada Jakarta itu, ada perubahan gestur Jokowi yang sebelumnya dia menyuarakan apa namanya slogan-slogannya demokrasi, pemberantasan korupsi dan lain sebagainya, berubah menjadi nasionalisme gitu ya, anti terorisme,” ucap dia.
Hussein menyampaikan, perubahan siginifikan ketika Jokowi pada tahun 2019 mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Di era tersebut, Prabowo kerap melibatkan TNI dalam kegiatan sipil.
“Dia (Prabowo) bikin program sumur bor kemudian apa tanam jagung, jadi yang polybag Kalimantan, itu tanam jagung berubah jadi singkong dalam polybag itu kan zaman Jokowi Presiden dan Prabowo sebagai Menhan, hangat, memang pembukaan jalannya benar sekali, dimulai pada masa pemerintahan Jokowi, terutama kami lihat sejak 2016,” kata dia.
Saat Prabowo menjadi Presiden, militer di ranah sipil menyebar. Mulai dari pertanian, program makan bergizi gratis (MBG) dan teranyar melatih calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).