Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Keamanan, Moldova Resmi Tutup Pusat Kebudayaan Rusia

Alasan Keamanan, Moldova Resmi Tutup Pusat Kebudayaan Rusia
Bendera Moldova (unsplash.com/Sasha Pleshco)
Intinya Sih
  • Pemerintah Moldova menutup Pusat Kebudayaan Rusia di Chisinau demi keamanan nasional, menuding lembaga itu menyebarkan propaganda dan mengancam kedaulatan negara.
  • Kedutaan Besar Rusia menyesalkan keputusan tersebut, menilai langkah Moldova dipengaruhi sentimen anti-Rusia, namun memastikan program beasiswa tetap berjalan lewat jalur diplomatik.
  • Pemerintah Moldova menolak rencana kelompok pro-Rusia di Transnistria membuka kantor budaya alternatif karena dianggap ilegal tanpa perjanjian resmi antarnegara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Moldova resmi menutup Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia (Russia House) di ibu kota Chisinau, pada Sabtu (4/7/2026). Langkah ini diambil oleh pemerintah pro-Eropa demi menjaga stabilitas dalam negeri dari potensi campur tangan asing.

Keputusan pembubaran lembaga asing yang telah beroperasi selama 15 tahun tersebut telah mendapat persetujuan dari parlemen nasional. Meskipun mendapat protes keras dari Moskow, proses pengosongan gedung tetap diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu.

1. Alasan keamanan nasional melatarbelakangi penutupan pusat budaya

Pemerintah Moldova menduga "Russia House" tidak lagi menjalankan fungsi diplomasi murni, melainkan beralih menjadi alat penyebaran propaganda. Dugaan ini mendorong kementerian terkait untuk menyusun rancangan undang-undang penghentian kerja sama kebudayaan kedua negara.

Ketegangan bilateral kedua negara semakin diperparah oleh insiden jatuhnya beberapa drone tempur di pemukiman warga sipil dekat perbatasan Ukraina. Otoritas keamanan setempat menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk ancaman fisik terhadap kedaulatan negara.

Menteri Kebudayaan Moldova, Cristian Jardan, menegaskan bahwa penutupan ini merupakan tindakan tegas terhadap aktivitas non-budaya yang tersembunyi di balik institusi tersebut.

"Tempat itu sama sekali bukan lembaga budaya, melainkan wadah yang digunakan untuk merusak kedaulatan Moldova," ujar Cristian Jardan, dilansir TVP World.

2. Kedutaan Besar Rusia menyampaikan penyesalan atas penutupan aktivitas

Kedutaan Besar Rusia di Moldova menyayangkan kebijakan penutupan tersebut dan menilai langkah itu dipicu oleh kampanye politik sentimen anti-Rusia. Pihak Rusia khawatir pembatasan ini akan menjauhkan masyarakat lokal dari akses terhadap seni dan sastra Rusia.

Sebagai solusi alternatif, sebagian fungsi administratif dari pusat budaya tersebut akan dialihkan ke kantor Kedutaan Besar Rusia. Moskow juga memastikan program beasiswa kuliah bagi pelajar lokal akan tetap berjalan melalui jalur diplomatik resmi.

Sementara itu, protes resmi juga dilayangkan langsung dari pusat pemerintahan Rusia di Moskow yang mengkritik sikap konfrontatif kepemimpinan Moldova.

"Sangat disayangkan pemimpin Moldova terus memusuhi negara kami," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

3. Moldova menolak usulan pembukaan kantor kebudayaan alternatif

Menanggapi penutupan tersebut, kelompok separatis pro-Rusia di wilayah Transnistria sempat merencana pembangunan kantor kebudayaan alternatif. Rencana ini sempat memicu kekhawatiran baru mengenai peningkatan konflik internal antara wilayah separatis dan pemerintah pusat.

Namun, Pemerintah Moldova bergerak cepat dengan menegaskan bahwa Transnistria tidak memiliki kekuatan hukum internasional untuk membuka lembaga asing. Segala bentuk aktivitas diplomatik di luar kendali resmi Chisinau akan dikategorikan sebagai tindakan ilegal.

Wakil Perdana Menteri Reintegrasi Moldova menegaskan bahwa pembukaan fasilitas kebudayaan luar negeri yang sah wajib berlandaskan kesepakatan antarnegara.

"Pembukaan pusat budaya baru harus melalui perjanjian resmi antara Rusia dan Moldova, sama seperti aturan yang berlaku saat membuka lembaga di Chisinau," tegas Wakil Perdana Menteri Reintegrasi, Valeriu Chiveri, dilansir Cotidianul.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More