Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stroke Bisa Rusak Otak dalam Hitungan Menit, Ini Kunci Penanganannya
Automation Laboratorium di Siloam Hospitals Lippo Village. (Dokumen Siloam Hospitals Lippo Village)
  • Stroke masih jadi penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia, dengan risiko kerusakan otak terjadi hanya dalam hitungan menit jika penanganan terlambat.
  • Erick Prawira Suhardhi menegaskan kecepatan, ketepatan, serta kolaborasi tim multidisiplin dan dukungan teknologi medis modern menjadi faktor penting dalam penanganan stroke iskemik akut.
  • Siloam Hospitals Lippo Village meraih sertifikasi JCI untuk program perawatan stroke iskemik akut, menandakan kemampuan rumah sakit memberikan respon cepat sesuai standar internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang bisa kena stroke kalau darah di otaknya tersumbat, dan itu bisa bikin otak rusak cepat sekali. Dokter Erick bilang harus cepat ditolong supaya orangnya bisa sembuh. Di rumah sakit Siloam ada banyak dokter kerja sama dan pakai alat canggih buat bantu pasien stroke. Sekarang rumah sakit itu sudah dapat sertifikat karena bisa tangani pasien dengan cepat dan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menyoroti kemajuan positif dalam layanan penanganan stroke di Indonesia, khususnya melalui kesiapan sistem dan kolaborasi tim di Siloam Hospitals Lippo Village. Dengan dukungan teknologi medis modern, protokol klinis terstandarisasi, serta pengakuan sertifikasi internasional JCI, rumah sakit ini menunjukkan komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas respons cepat dan peluang pemulihan pasien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan sel otak dalam hitungan menit dan meningkatkan risiko disabilitas permanen pada pasien.

Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, Erick Prawira Suhardhi, mengatakan kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam penanganan stroke iskemik akut atau stroke akibat sumbatan pembuluh darah di otak.

"Rumah sakit dituntut memiliki sistem layanan yang mampu merespons pasien secara cepat, mulai dari kegawatdaruratan, diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026)

1. Ketepatan sangat krusial

Ilustrasi gejala stroke (freepik.com/jcomp)

Erick mengatakan penanganan stroke membutuhkan respons cepat agar peluang pemulihan pasien lebih besar.

“Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan sangat krusial," katanya.

2. Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama

MRI 3T di Siloam Hospitals Lippo Village. (Dokumen Siloam Hospitals Lippo Village)

Menurutnya penanganan stroke iskemik akut membutuhkan tindakan segera untuk membuka kembali aliran darah ke otak. Tanpa penanganan yang cepat, kerusakan sel otak dapat terjadi dalam hitungan menit dan berdampak pada fungsi tubuh secara permanen. Oleh karena itu, pemilihan rumah sakit dengan kesiapan sistem stroke yang teruji menjadi faktor yang sangat menentukan.

Sebagai pusat layanan neuroscience, SHLV didukung oleh kolaborasi tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, ICU, hingga rehabilitasi medik. Dukungan teknologi medis terkini serta protokol klinis yang terstandarisasi memungkinkan penanganan stroke dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan.

“Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal sejak fase akut hingga pemulihan,” tambah Erick.

3. JCI jadi standar respons cepat

Ilustrasi Siloam Hospital (Dok Siloam)

Di tengah tingginya kasus stroke, Siloam Hospitals Lippo Village meraih sertifikasi Clinical Care Program untuk Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International (JCI) pada 11 Maret 2026.

"Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kami mampu memberikan respon yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan,” ujar Erick

Editorial Team