Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suasana WFH Perdana ASN Kemen PPPA: Kantor Sepi, Layanan Tetap Jalan
Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)
  • Hari pertama WFH di Kemen PPPA membuat suasana kantor lebih lengang, dengan hanya sedikit pegawai yang tetap piket di lokasi.
  • Meskipun mayoritas ASN bekerja dari rumah, layanan publik Kemen PPPA tetap berjalan normal demi menjaga kualitas pelayanan masyarakat.
  • Kebijakan WFH ini merupakan kelanjutan dari program WFA sejak 2025 dan dinilai efektif meningkatkan produktivitas serta efisiensi energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Kemen PPPA mulai menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) setiap hari Jumat sebagai uji coba pola kerja fleksibel bagi ASN.

10 April 2026

Hari pertama penerapan work from home (WFH) bagi ASN Kemen PPPA berlangsung. Kantor tampak sepi, namun layanan publik tetap berjalan sesuai komitmen kementerian untuk menjaga kualitas pelayanan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penerapan perdana kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), dengan kondisi kantor yang lebih sepi namun layanan publik tetap berjalan.
  • Who?
    Aparatur sipil negara Kemen PPPA, petugas keamanan dan kebersihan yang bertugas di kantor, serta Sekretaris Kemen PPPA Titi Eko Rahayu yang memberikan keterangan mengenai pelaksanaan WFH.
  • Where?
    Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di kawasan Jakarta Pusat.
  • When?
    Jumat, 10 April 2026, pada hari pertama penerapan kebijakan WFH sesuai Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026.
  • Why?
    Kebijakan diterapkan untuk menyesuaikan pola kerja ASN dengan sistem fleksibel, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung budaya kerja ramah lingkungan tanpa mengurangi produktivitas dan kualitas layanan publik.
  • How?
    Sebagian besar pegawai bekerja dari rumah sementara sejumlah petugas tetap piket di kantor; layanan publik dijalankan secara daring maupun langsung agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini pegawai di kantor Kemen PPPA banyak yang kerja dari rumah. Kantornya jadi sepi, cuma ada satpam dan petugas bersih-bersih. Tapi layanan buat orang tetap jalan seperti biasa. Katanya ini bukan hal baru, sudah pernah dicoba dulu. Sekarang mereka mau kerja dengan cara lebih hemat dan ramah buat bumi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan WFH perdana di Kemen PPPA menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik dari aparatur negara terhadap pola kerja fleksibel. Meskipun kantor tampak lengang, layanan publik tetap berjalan lancar, mencerminkan komitmen menjaga kualitas pelayanan. Evaluasi internal juga menegaskan efektivitas kebijakan ini dalam menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Suasana berbeda terlihat di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta Pusat, pada hari pertama penerapan work from home (WFH), Jumat (10/4/2026).

Area perkantoran tampak lebih lengang dibanding hari kerja biasanya, seiring penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara (ASN) sesuai kebijakan pemerintah.

1. Kantor sepi, aktivitas pegawai berkurang

Suasana Lobi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta Pusat, pada hari pertama penerapan Work From Home (WFH), Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Pantauan IDN Times di lokasi pada pukul 09.30–10.00 WIB menunjukkan kondisi kantor yang relatif sepi. Area parkir kendaraan roda empat hanya diisi beberapa mobil saja, menandakan sebagian besar ASN bekerja dari rumah.

Di area dalam gedung, aktivitas juga tampak minim. Hanya terlihat satu petugas keamanan berjaga serta tiga petugas kebersihan yang beraktivitas di lobi.

“Iya, hari ini perdana WFH, tapi bukan berarti kantor full kosong, masih ada beberapa yang piket di dalam,” ujar salah satu petugas di lokasi.

2. Layanan publik dipastikan tetap berjalan

Layanan publik di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Meski mayoritas pegawai bekerja dari rumah, operasional layanan publik tetap berjalan. Petugas memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak terdampak oleh kebijakan ini.

“Untuk layanan publik masih berjalan seperti biasa,” kata dia.

Hal ini sejalan dengan komitmen Kemen PPPA untuk menjaga kualitas layanan, terutama bagi korban kekerasan yang membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan.

3. WFH bukan hal baru, sudah diuji sejak 2025

Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Sekretaris Kemen PPPA, Titi Eko Rahayu, mengatakan, penerapan WFH di Kemen PPPA bukanlah kebijakan yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, kementerian ini telah menerapkan work from anywhere (WFA) setiap hari Jumat sejak 2025.

Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja yang mengacu pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi internal melalui survei, pola kerja fleksibel tersebut dinilai efektif.

"Pegawai tetap produktif, layanan publik tidak terganggu, serta terjadi efisiensi penggunaan energi seperti listrik, air, dan bahan bakar," kata dia.

Selain itu, perubahan pola kerja ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong budaya kerja yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan capaian kinerja organisasi.

Editorial Team