Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sultan Kemnaker Klaim Dapat Intimidasi Noel Sejak di Rutan Merah Putih
Sidang kasus dugaan korupsi pada sertifikasi K3 di Kemnaker (IDN Time/Irfan Fathurohman)
  • Irvian Bobby Mahendro, terdakwa kasus pemerasan sertifikat K3 di Kemnaker, mengaku mendapat intimidasi sejak ditahan di Rutan Merah Putih.
  • Bobby menyebut istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel sempat menghubungi ibunya dan meminta agar ia tidak berbicara soal perkara tersebut.
  • Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Bobby menegaskan tetap akan menyampaikan fakta sebenarnya meski merasa mendapat tekanan selama penahanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Maret 2025

Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3, menjadi terdakwa bersama Miki Mahfud dan Temurila dari PT KEM Indonesia dalam kasus pemerasan sertifikat K3.

20 April 2026

Irvian Bobby Mahendro bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa Immanuel Ebenezer alias Noel dan pihak lain. Ia mengaku menerima intimidasi sejak berada di Rutan Merah Putih serta menyebut ibunya dihubungi istri Noel agar tidak berbicara terkait perkara tersebut.

kini

Bobby telah dipindahkan dari Rutan Merah Putih ke Rutan C1 gedung lama KPK dan tetap menyatakan akan mengungkap fakta sebenarnya di pengadilan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Irvian Bobby Mahendro, terdakwa kasus pemerasan sertifikat K3, mengaku menerima intimidasi sejak berada di Rutan dan menyebut ibunya dihubungi istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel.
  • Who?
    Irvian Bobby Mahendro sebagai terdakwa dan saksi; Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel sebagai terdakwa lain; serta istri Noel yang disebut menghubungi ibu Bobby.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Bobby sebelumnya ditahan di Rutan Merah Putih dan kini dipindahkan ke Rutan C1 gedung lama KPK.
  • When?
    Keterangan diberikan pada sidang hari Senin, 20 April 2026. Intimidasi disebut terjadi sejak masa penahanan di Rutan Merah Putih.
  • Why?
    Bobby menyebut intimidasi terjadi agar ia tidak memberikan keterangan terkait perkara pemerasan sertifikat K3 yang melibatkan beberapa pihak termasuk Noel dan pejabat Kemnaker.
  • How?
    Bobby menjelaskan bahwa ibunya menerima telepon dari istri Noel yang meminta agar dirinya tidak berbicara apa pun tentang kasus tersebut, namun ia tetap memilih memberi kesaksian di pengadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Tikes - Terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikenal sebagai ‘sultan’ Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro mengklaim menerima intimidasi sejak berada di Rutan. Irvian mengatakan, ibunya juga pernah dihubungi istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel.

Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Bobby bersaksi untuk terdakwa Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia, serta Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

Bobby mengatakan saat ini telah dipindah dari Rutan Merah Putih ke Rutan C1 gedung lama KPK. Dia menyebut istri Noel sempat menghubungi ibunya dan menyampaikan agar ia tak mengatakan apa-apa terkait perkara ini.

"Ada lagi yang menyangkut dengan Terdakwa Immanuel ini yang mau Saudara sampaikan?" tanya jaksa.

"Terkait dengan informasi tambahan bahwa kemarin saya setelah sidang ini, saya dipindah Rutan, dari rutan Merah Putih saya dipindah ke Rutan C1 dan setelah dari sidang ini hari berikutnya adalah kunjungan. Dari kunjungan tersebut, orang tua saya dateng, ibu saya datang, dan menyampaikan bahwa beliau dihubungi oleh istri Saudara Immanuel dan meminta bahwa saya untuk tidak ngomong apa-apa," jawab Bobby.

Bobby mengaku menyampaikan ke ibunya bahwa ia akan menyampaikan kejadian sebenarnya terkait perkara ini di hadapan majelis hakim. Bobby mengaku sudah menerima intimidasi sejak berada di Rutan.

"Saya sampaikan ke ibu saya, bahwa 'mama tenang aja saya akan menyampaikan apa yang, fakta yang sebenar-benarnya akan saya sampaikan di depan majelis yang terhormat ini'. Jadi tekanan dan intimidasi yang diterima oleh saya sudah mulai dari sejak saya berada di Rutan," ujar Bobby.

Editorial Team