Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sungai Cipamingkis di Bogor Meluap, Akses Sukamakmur-Jonggol Lumpuh
Petugas BPBD sedang memantau luapan air di wilayah Bogor Barat, Selasa (5/5/2026). Dok BPBD Kabupaten Bogor.
  • Hujan deras di Kabupaten Bogor menyebabkan Sungai Cipamingkis meluap dan menutup akses jembatan utama yang menghubungkan Kecamatan Sukamakmur dengan Jonggol.
  • BPBD Kabupaten Bogor memastikan tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak signifikan, dan akses jalan kembali normal pada malam hari.
  • Warga sekitar bantaran sungai diimbau tetap waspada terhadap potensi luapan susulan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Mei 2026

Hujan deras mengguyur Kabupaten Bogor pada sore hari, menyebabkan Sungai Cipamingkis meluap di Desa Sukaresmi dan menutup akses jembatan penghubung Sukamakmur–Jonggol.

22.30 WIB

BPBD Kabupaten Bogor melaporkan debit air Sungai Cipamingkis mulai surut, jalan dan jembatan kembali bisa dilalui, serta tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

kini

BPBD mengimbau masyarakat sekitar bantaran sungai tetap waspada terhadap potensi luapan susulan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sungai Cipamingkis meluap akibat hujan deras, menyebabkan jembatan penghubung antara Kecamatan Sukamakmur dan Jonggol sempat terendam dan akses transportasi warga terhenti sementara.
  • Who?
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Adam Hamdani, bersama warga sekitar yang terdampak gangguan akses jalan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang berbatasan langsung dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol.
  • When?
    Luapan air mulai terjadi pada Senin sore, 4 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, dan kondisi berangsur normal kembali pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB.
  • Why?
    Peningkatan debit air secara cepat disebabkan curah hujan tinggi dan berdurasi lama di wilayah hulu Sungai Cipamingkis yang memicu luapan air ke area jembatan penghubung.
  • How?
    Air sungai meluap hingga menutup jembatan utama sehingga kendaraan tidak dapat melintas; setelah debit air surut, akses jalan kembali dibuka dan warga diimbau tetap waspada terhadap potensi luapan susulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hujan besar turun di Bogor dan bikin Sungai Cipamingkis jadi meluap. Airnya banyak banget sampai nutup jembatan antara Sukamakmur dan Jonggol. Mobil dan motor nggak bisa lewat, jadi orang-orang nggak bisa jalan. Tapi katanya nggak ada orang yang luka atau rumah yang rusak. Sekarang airnya sudah surut, tapi semua disuruh hati-hati kalau hujan datang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski Sungai Cipamingkis sempat meluap dan melumpuhkan akses antara Sukamakmur dan Jonggol, penanganan cepat dari BPBD Kabupaten Bogor menunjukkan kesiapsiagaan yang baik. Tidak adanya korban jiwa maupun kerusakan signifikan menandakan koordinasi efektif di lapangan, sementara peringatan dini kepada warga mencerminkan perhatian terhadap keselamatan masyarakat secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Intinya sih...

  • Skema paket bundling dan penggunaan dua warna tote bagKPPG BGN Bogor menerapkan sistem Paket Bundling dan Take-Away selama libur sekolah dan Lebaran. Penerima manfaat wajib membawa kembali kantong yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat mendapatkan paket berikutnya.

  • Standar menu Ramadan, bebas menu pedas dan cepat basiBGN menginstruksikan SPPG untuk menyajikan menu yang aman secara ketahanan pangan. Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta kurma.

  • Operasional 100 SPPG untuk 250 Ribu penerima di Kota BogorHingga saat ini, sudah ada 100 SPPG yang telah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Senin (4/5/2026) sore mengakibatkan Sungai Cipamingkis meluap.

Luapan air tersebut sempat merendam jembatan penghubung utama antara Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Jonggol, yang memicu lumpuhnya akses transportasi warga setempat.

Peristiwa luapan air ini mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, yang berbatasan langsung dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol. Curah hujan yang tinggi dan berdurasi lama di hulu sungai menyebabkan debit air meningkat drastis secara cepat.

"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya air Cipamingkis sehingga menyebabkan air meluap dengan debit air yang deras sehingga menutup akses jembatan dan jalan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani.

1. Akses transportasi antar-kecamatan sempat terputus

Ilustrasi luapan sungai akibat cuaca ekstrem. BPBD Kota Bogor

Ia menjelaskan, akibat posisi jembatan yang terendam luapan air sungai yang deras, kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Hal ini sempat mengisolasi mobilitas warga yang hendak bepergian dari Sukamakmur menuju Jonggol maupun sebaliknya.

"Luapannya cukup deras, kendaraan sempat tidak bisa melintas," ujarnya.

2. BPBD pastikan tidak ada korban jiwa

Curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap di wilayah Kota Bima, NTB, Jumat (9/2/2024). (dok. BPBD NTB)

Adam memastikan, meski debit air cukup mengkhawatirkan dan sempat menutup akses jalan utama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan korban dalam insiden ini.

Tidak ada rumah warga yang terdampak signifikan maupun laporan warga yang harus mengungsi.

"Situasi akhir pukul 22.30 WIB, debit air Sungai Cipamingkis sudah berangsur surut dan saat jalan serta jembatan sudah dilalui kembali," tutur Adam.

3. Masyarakat diminta tetap waspada luapan susulan

Banjir melanda kawasan Sapan, Kabupaten Bandung sejak akhir pekan kemarin. Hingga Rabu (15/4/2026) warga masih sulit beraktivitas. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Adam mengimbau, walaupun kondisi air sudah surut dan akses jalan telah kembali normal pada Senin malam, BPBD tetap memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekitar bantaran sungai. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, warga diminta sigap jika debit air kembali meningkat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi luapan sungai susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut," katanya.

Editorial Team