Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bogor Dikepung 26 Bencana dalam Sehari, Banjir dan Longsor Mendominasi

Bogor Dikepung 26 Bencana dalam Sehari, Banjir dan Longsor Mendominasi
Struktur tanah yang labil dan cuaca ekstrem akibatkan longsor. BPBD Kota Bogor
Intinya Sih
  • Cuaca ekstrem pada 4 Mei 2026 menyebabkan 26 bencana di Kota Bogor dalam sehari, meliputi banjir, longsor, dan atap rumah ambruk.
  • Tanah longsor mendominasi dengan 14 titik terdampak di wilayah Bogor Barat dan Selatan, sebagian besar sudah ditangani tim BPBD.
  • Sembilan lokasi banjir serta tiga rumah roboh akibat angin kencang masih dalam proses penanganan dan pemantauan oleh petugas lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor pada Senin (4/5/2026) memicu rentetan bencana di berbagai titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melaporkan sebanyak 26 kejadian bencana terjadi hanya dalam satu hari, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga atap rumah ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengungkapkan bahwa laporan bencana terus bertambah secara signifikan sejak siang hari seiring dengan tingginya intensitas curah hujan.

"Laporan yang masuk ke kami terus berkembang. Hingga pembaruan terakhir, tercatat ada 26 kejadian bencana. Tim di lapangan sudah berhasil menyelesaikan penanganan di 18 titik, sementara sisanya masih dalam proses dan pemantauan," ujar Dimas Tiko, Senin (4/5/2026) malam.

1. Tanah longsor terjadi di 14 titik berbeda

IMG-20260504-WA0093.jpg
Kondisi tanah longsor dari tebing yang menimpa sekitar 5 rumah. BPBD Kota Bogor

Bencana tanah longsor menjadi kejadian yang paling mendominasi dengan total 14 laporan. Wilayah Bogor Barat dan Bogor Selatan menjadi daerah terdampak paling parah, di antaranya meliputi Kelurahan Bubulak, Pasir Jaya, Ranggamekar, hingga Pasir Kuda. Salah satu titik longsor di Sukasari, Bogor Timur, bahkan dilaporkan sempat menghambat akses dan merusak bangunan warga.

"Dari 14 laporan tanah longsor, sebagian besar sudah berhasil ditangani oleh personel TRC-PB. Namun, ada beberapa titik seperti di Kayumanis dan Pasir Jaya yang masih dalam status pemantauan atau menunggu penanganan lanjutan," jelas Dimas.

2. Sembilan titik banjir rendam pemukiman warga

Ilustrasi Banjir di Cilincing Jakarta Utara.
Ilustrasi Banjir (IDN Times/Dini Suciatingrum)

Selain longsor, luapan air sungai dan drainase yang buruk mengakibatkan banjir di 9 lokasi. Kelurahan Cikaret di Bogor Selatan menjadi titik yang paling krusial dengan tiga lokasi banjir berbeda.

Luapan air juga merendam wilayah jembatan Pasir Jaya dan pemukiman di Loji serta Mulyaharja. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan sempat mengganggu aktivitas warga sebelum akhirnya surut.

"Untuk wilayah banjir, ada laporan di Cikaret dan Pasir Kuda yang masih dalam penanganan intensif. Kami terus berkoordinasi dengan aparatur wilayah untuk memastikan keselamatan warga di area rendah," tambahnya.

3. Atap rumah ambruk akibat cuaca ekstrem

IMG-20260504-WA0099.jpg
Ilustrasi atap rumah ambruk akibat cuaca ekstrem. BPBD Kota Bogor

Intensitas hujan yang disertai angin kencang juga mengakibatkan 3 kejadian atap rumah ambruk di Kelurahan Sukadamai, Cilendek Barat, dan Sindangsari. Di Sukadamai dan Cilendek Barat, petugas telah menyelesaikan proses assessment dan pembersihan puing, sementara satu titik di Sindangsari, Bogor Timur, masih menunggu penanganan lebih lanjut.

Share
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More