Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Survei LSI: Mayoritas Responden Khawatir Ancaman Serangan dari Negara Lain
Latihan militer di fase laut dengan sandi Orruda 2024 antara TNI AL dengan AL Rusia. (Dokumentasi TNI AL)
  • Survei LSI menunjukkan 90,1% responden khawatir terhadap ancaman serangan dari negara lain, dan 74,9% menyatakan siap ikut berperang demi mempertahankan NKRI.
  • Hasil survei juga mengungkap 98% responden merasa bangga menjadi orang Indonesia, dengan mayoritas lebih mengidentifikasikan diri sebagai warga negara Indonesia dibanding identitas agama atau suku.
  • Sebanyak 90,3% responden menyatakan kekhawatiran terhadap potensi perpecahan bangsa, meski 98,9% menilai pentingnya menjaga persatuan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4–12 Maret 2026

Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei nasional terhadap 2.020 responden mengenai evaluasi dan komitmen publik terhadap Pancasila.

12 April 2026

LSI merilis hasil survei yang menunjukkan mayoritas responden khawatir terhadap ancaman serangan dari negara lain dan bersedia ikut berperang mempertahankan NKRI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei nasional yang menunjukkan mayoritas responden khawatir terhadap ancaman serangan dari negara lain dan siap berperang mempertahankan NKRI.
  • Who?
    Survei dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan melibatkan 2.020 responden yang dipilih secara acak melalui metode multistage random sampling.
  • Where?
    Kegiatan survei dilaksanakan secara nasional di berbagai wilayah Indonesia, dengan pengumuman hasil dilakukan di Jakarta.
  • When?
    Survei berlangsung pada 4–12 Maret 2026, dan hasilnya diumumkan pada Minggu, 12 April 2026.
  • Why?
    Survei dilakukan untuk mengevaluasi komitmen publik terhadap Pancasila serta mengukur pandangan masyarakat mengenai ancaman luar negeri dan rasa kebangsaan.
  • How?
    Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap responden terpilih menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,2 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Indonesia bilang mereka takut kalau ada serangan dari negara lain. Katanya ada yang sangat khawatir dan ada yang cukup khawatir. Tapi banyak juga yang mau ikut berperang kalau negara diserang. Hampir semua orang bilang bangga jadi orang Indonesia dan ingin Indonesia tetap bersatu, tidak mau negara kita terpecah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hasil survei LSI menunjukkan kuatnya rasa kebangsaan masyarakat Indonesia, tercermin dari tingginya kebanggaan menjadi warga negara serta kesediaan mereka mempertahankan NKRI. Kekhawatiran terhadap ancaman luar dan perpecahan justru menandakan kewaspadaan kolektif yang lahir dari kepedulian terhadap persatuan, memperlihatkan semangat solidaritas dan komitmen bersama menjaga keutuhan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei nasional terkait evaluasi dan komitmen publik terhadap Pancasila, pada Minggu (12/4/2026).

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 4–12 Maret 2026 dengan melibatkan 2.020 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling, mayoritas khawatir dengan ancaman serangan dari negara lain, yakni 90,1 persen. Selain itu, mayoritas responden juga menyatakan bersedia ikut berperang untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI).

1. Mayoritas responden siap ikut perang mempertahankan NKRI

Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Achriruddin cek kesiapan personel komcad saat apel pelatihan di Makodam Diponegoro. (IDN Times/Pendam IV Diponegoro Semarang)

Dari total 90,1 persen yang khawatir dengan ancaman serangan dari negara lain, sebanyak 46,9 persen responden sangat khawatir dan 43,2 persen khawatir. Hanya 7,6 persen yang menjawab tidak khawatir, dan 1,0 persen sama sekali tidak khawatir serta sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Adapun soal kesediaan untuk berperang, total 74,9 persen responden menyatakan bersedia ikut perang untuk mempertahankan NKRI bila terjadi perang antara Indonesia dengan negara lain.

Dari jumlah itu, 26,4 menyatakan sangat bersedia, 48,5 menyatakan bersedia, 17,4 persen menyatakan tidak bersedia, 4,4 persen sangat tidak bersedia, dan sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

2. Mayoritas responden bangga jadi orang Indonesia

Peserta mengenakan pakaian adat Melayu dalam kegiatan “Lelang dalam Budaya Melayu Riau”. (Foto: djkn.kemenkeu.go.id)

Berdasarkan survei dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,2 persen itu juga diketahui, mayoritas responden bangga menjadi orang Indonesia, yakni 98 persen, di mana 60,2 persen menyatakan sangat bangga dan 37,8 persen menyatakan cukup bangga.

Mayoritas yakni 94,7 persen responden juga menilai orang dalam masyarakat sangat/cukup bangga sebagai warga negara Indonesia.

Dari hasil survei juga diketahui, 51,4 persen responden lebih mengidentifikasikan diri mereka sebagai orang Indonesia, terlepas dari agama, suku-bangsa, atau daerah tempat tinggal mereka. Sementara 34 persen lebih mengidentifikasikan diri mereka sebagai pemeluk agama yang mereka anut, dan 12,2 persen lebih mengidentifikasikan diri berdasarkan suku-bangsa atau daerah tempat mereka tinggal.

3. Mayoritas khawatir dengan perpecahan bangsa

Kerusuhan yang terjadi di Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (30/8/2025) dini hari. IDN Times/Khusnul Hasana

Dari hasil survei juga diketahui mayoritas responden yakni sebesar 98,9 persen menilai penting persatuan Indonesia. Juga mayoritas menyatakan rasa sebangsa yang sama sebagai bangsa Indonesia terasa kuat di masyarakat, yaitu 90,9 persen.

Namun, mayoritas juga khawatir dengan perpecahan bangsa. "Mayoritas (90,3%) merasa khawatir dengan perpecahan bangsa. (Sebanyak) 46,9% menyatakan sangat khawatir, 43,4% menyatakan cukup khawatir," tulis LSI.

Editorial Team