Prajurit TNI Bersenjata Jaga Peti Jenazah Ryamizard di Rumah Duka

- Jenazah mantan Menteri Pertahanan 2014–2019, Ryamizard Ryacudu, disemayamkan di kediamannya di Cikeas, Bogor, dengan penjagaan dua prajurit TNI bersenjata laras panjang.
- Sejumlah tokoh hadir melayat, termasuk Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan Oesman Sapta Odang, bersama para pelayat yang bergantian mendoakan almarhum.
- Dudung mengenang Ryamizard sebagai sosok pantang menyerah dalam membangun profesionalisme prajurit dan mengembangkan organisasi selama masa pengabdiannya.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah pelayat terus berdatangan ke rumah duka Mantan Menteri Pertahanan periode 2014-2019 di Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026) malam. Mereka yang hadir di antaranya Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).
Jenazah Ryamizard disemayamkan di salah satu aula kediamannya. Di dekat peti jenazah, turut diletakkan foto almarhum.
Tak hanya itu, dua prajurit TNI turut berjaga. Memegang senjata laras panjang berdiri siaga di dekat peti jenazah. Peti jenazah juga dibalut kain merah putih.
Dari pantauan IDN Times di rumah duka, sejumlah pelayat lainnya juga terus memadati rumah duka. Mereka silih berganti mendoakan almarhum.
Saat baru tiba, para pelayat duduk di dekat jenazah, menadahkan kedua tangan untuk memanjatkan doa bagi jenazah. Selain itu, ada juga yang membuka lembaran Al-Quran, mengucap kalam Ilahi di dekat jenazah Ryamizard.
Usai melayat, Dudung mengenang perilaku baik Ryamizard semasa hidup. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang tidak kenal menyerah.
"Beliau tidak kenal menyerah bagaimana mengembangkan organisasi, banyak hal-hal yang beliau kembangkan bagaimana prajurit itu profesional di dalam bidangnya," ujar Dudung.
Ryamizard meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Ryamizard meninggal dunia sekitar pukul 14.03 WIB pada usia 76 tahun.

















