Ilustrasi survei. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Tiga alasan utama publik merasa puas terhadap pemerintahan adalah karena bantuan pemerintah dinilai tepat sasaran (14,0 persen), program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 13,8 persen, serta kepemimpinan yang dinilai tegas dan berwibawa sebesar 10,6 persen.
"Kemudian yang cukup signifikan ada masalah ekonomi juga di angka 9,4 persen. Ada pula (di bawahnya) jaminan akses pendidikan, layanan kesehatan, kinerja yang terbukti, dan seterusnya," ujar Masduri.
Jika dilihat berdasarkan sektor, bidang kesehatan menjadi yang paling tinggi tingkat kepuasannya dengan 75,4 persen, disusul pertahanan dan keamanan 74,5 persen, serta pendidikan 72,5 persen.
Sektor sosial budaya mencatat kepuasan 70,3 persen, politik dan stabilitas nasional 69,1 persen, serta hukum dan pemberantasan korupsi 64,5 persen. Sementara itu, bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan paling rendah, yakni 59,2 persen.
Poltracking juga menemukan bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran relatif merata di berbagai wilayah Indonesia. Persebaran publik yang merasa puas berdasarkan kelompok wilayah, publik di wilayah Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah–DIY, DKI Jakarta–Banten, Sulawesi, Kalimantan, Bali–Nusa Tenggara, dan Maluku–Papua cenderung puas terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.
Sebaran lainnya berdasarkan kelompok usia, semua kelompok usia mulai dari generasi Z, milenial, generasi X, baby boomers, dan silent gen juga cenderung puas terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.
Adapun survei diselenggarakan 11 sampai 17 Mei 2026 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel pada survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
"Maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur kinerja pemerintah dan program prioritas Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di tengah kondisi geopolitik saat ini, serta berbagai kebijakan yang sudah diambil," kata Masduri.