Petugas medis memeriksa kesehatan warga yang terdampak bencana. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.
Polri melalui Polda Sumatra Barat turut mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat evakuasi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Petugas diterjunkan ke sejumlah titik banjir, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.
Ratusan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas dilibatkan dalam penanganan tersebut. Mereka membantu evakuasi, mengamankan kawasan permukiman, dan memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan bantuan.
Polri melaporkan seluruh warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Untuk menjaga keamanan setelah evakuasi, Polda Sumatra Barat juga menyiapkan posko pengungsian dan mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan selama pemiliknya berada di pengungsian.
Selain itu, posko kesehatan dan Posko SAR didirikan di kawasan terdampak. Posko tersebut mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi lanjutan apabila kondisi banjir kembali memburuk.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak kembali menempati rumah yang masih berisiko terendam banjir dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan dan mencegah jatuhnya korban.
Pemerintah bersama BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat masih melakukan penanganan terpadu, termasuk pemantauan kondisi banjir, pendataan warga terdampak, serta pemenuhan kebutuhan para pengungsi.