Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TAUD: Ada 16 Pelaku Penyiraman Air Keras Termasuk Komandan Lapangan
Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • TAUD mengungkap hasil investigasi bahwa ada 16 pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, termasuk komandan lapangan yang memberi instruksi di lokasi kejadian.
  • Melalui rekaman CCTV dan temuan komunikasi terkoordinasi, TAUD berhasil mengidentifikasi wajah para pelaku serta menemukan pos kumpul mereka di kawasan Menteng.
  • TAUD menyatakan kekecewaan atas pelimpahan kasus ke Puspom TNI karena meragukan transparansi dan keseriusan pengungkapan aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3 April 2026

Dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, Muhamad Isnur dari TAUD mengungkap hasil investigasi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menyebut ada 16 pelaku termasuk komandan lapangan yang memberi instruksi.

3 April 2026

TAUD menjelaskan bahwa identifikasi pelaku dilakukan melalui rekaman CCTV dan menemukan adanya komunikasi serta pos kumpul di sekitar Menteng. Isnur juga menyampaikan keraguan terhadap penanganan kasus yang dilimpahkan ke Puspom TNI karena dinilai tidak transparan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengumumkan hasil investigasi terkait penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dengan temuan adanya 16 orang pelaku termasuk seorang komandan lapangan.
  • Who?
    Perwakilan TAUD, Muhamad Isnur, menyampaikan temuan tersebut. Korban dalam kasus ini adalah aktivis KontraS, Andrie Yunus. Para pelaku diduga terdiri dari 16 orang yang terekam CCTV.
  • Where?
    Investigasi menemukan lokasi komunikasi dan pos kumpul para pelaku di sekitar kawasan Menteng, Jakarta. Proses hukum sempat ditangani Polda Metro Jaya sebelum dilimpahkan ke Puspom TNI.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 3 April 2026, dalam program Ngobrol Seru by IDN Times. Proses penyelidikan dan pengalihan perkara masih berlangsung hingga saat ini.
  • Why?
    Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat serta rantai komando di balik serangan terhadap aktivis tersebut. TAUD juga menyoroti dugaan kurangnya transparansi setelah kasus dialihkan ke Puspom TNI.
  • How?
    TAUD mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah para pelaku serta menemukan pola komunikasi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jahat siram air keras ke kakak Andrie, dia aktivis. Kata orang dari TAUD, yang jahat itu ada 16 orang, ada juga komandannya yang kasih perintah. Mereka lihat dari kamera dan nemu tempat kumpulnya di Menteng. Sekarang kasusnya dibawa ke tentara, tapi TAUD masih ragu bisa selesai dengan jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS masih menyisakan banyak pertanyaan, hasil investigasi TAUD menunjukkan kemajuan penting dalam mengungkap kebenaran. Melalui rekaman CCTV dan temuan komunikasi terkoordinasi, tim ini berhasil mengidentifikasi 16 pelaku serta pola perintah di lapangan, menandakan adanya upaya serius dan sistematis untuk menelusuri rantai komando secara lebih mendalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap hasil investigasinya terkait penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Salah satunya, pelaku diduga berjumlah 16 orang.

Perwakilan TAUD, Muhamad Isnur mengatakan, belasan pelaku itu tidak hanya pelaku lapangan.

“Jadi ini bukan hanya empat, bukan hanya yang membuntuti dan menyerang, tapi di lapangan tuh ada semacam koordinator lapangannya, ada semacam komandan lapangannya yang memerintahkan, yang instruksi, yang tarik, yang mundur, yang apapun itu semuanya ada,” kata Isnur dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, Jumat (3/4/2026).

“Dan kami meyakini juga ketika para pelakunya ini di lapangan adalah perwira ya, level Kapten ya, pasti ini ada yang memerintah, pasti ada yang mengomando. Pasti ditarik harusnya ke perwira menengahnya, ke perwira tingginya, siapa Jenderal yang memerintahkannya,” lanjutnya.

1. 16 pelaku terekam CCTV

Olah tempat kejadian perkara penyiraman air keras Andrie Yunus (IDN Times/Irfan Fathurohman)

TAUD mengklaim berhasil mengidentifikasi belasan pelaku itu melalui rekaman video CCTV yang mereka kumpulkan. Namun demikian, TAUD belum bisa memastikan apakah seluruh pelaku merupakan prajurit TNI atau ada sipil.

“Itu 16 orang yang kami yakini secara terhubung dan wajah-wajahnya pun tercapture oleh kamera-kamera kami,” ujar Isnur.

2. TAUD menemukan komunikasi, kode hingga pos kumpul pelaku

Penampakan tubuh Andrie Yunus usai disiram air keras (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain itu, masih berdasarkan hasil investigasi, TAUD menemukan komunikasi, perintah hingga sebuah tempat yang diduga menjadi pos kumpul para pelaku penyiraman air keras.

“Jadi kami menemukan ada komunikasi yang terkoordinasi, ada perintah-perintah kode-kode, ada ruang-ruang pertemuan, ada pos tempat kumpulnya juga di sekitar Menteng,” kata Isnur.

3. Keraguan ditangani Puspom TNI

Pakaian dan helm Andrie Yunus setelah disiram air keras (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Namun demikian, TAUD mengungkap kekecewaannya saat proses pidana di Polda Metro kemudian dilimpahkan ke Puspom TNI. TAUD pun meragukan prosesnya dilakukan secara transparan dan tuntas.

“Ini sangat aneh gitu. Berarti apa? Berarti kan kalau begitu tidak ada keseriusan mengungkap lebih besar lagi. Berarti perintah Presiden, perintah Kapolri tidak dilaksanakan. Berarti hanya pada pengumuman dua orang saja gitu,” ujar Isnur.

“Dan ketika dilimpahkan ke Puspom, kami pun sangat meragukan apakah Puspom akan meneruskan pengungkapan di level yang lebih tinggi. Rantai komandonya, perintahnya, siapa yang menyuruh, siapa aktor intelektualnya gitu,” lanjutnya.

Editorial Team