Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap hasil investigasinya terkait penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Salah satunya, pelaku diduga berjumlah 16 orang.
Perwakilan TAUD, Muhamad Isnur mengatakan, belasan pelaku itu tidak hanya pelaku lapangan.
“Jadi ini bukan hanya empat, bukan hanya yang membuntuti dan menyerang, tapi di lapangan tuh ada semacam koordinator lapangannya, ada semacam komandan lapangannya yang memerintahkan, yang instruksi, yang tarik, yang mundur, yang apapun itu semuanya ada,” kata Isnur dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, Jumat (3/4/2026).
“Dan kami meyakini juga ketika para pelakunya ini di lapangan adalah perwira ya, level Kapten ya, pasti ini ada yang memerintah, pasti ada yang mengomando. Pasti ditarik harusnya ke perwira menengahnya, ke perwira tingginya, siapa Jenderal yang memerintahkannya,” lanjutnya.
