Comscore Tracker

Ini Penjelasan Satgas soal Lonjakan Kasus Harian COVID-19 Hingga 8.369

Data di Papua akumulasi sejak November

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan alasan melonjaknya penambahan kasus virus corona hari ini, yang mencapai 8.369 kasus.

"Update penambahan kasus positif pada hari ini adalah 8.369, di mana jumlah kasus aktif pada hari ini adalah 77.696 atau 13,9 persen, di mana kasus aktif dunia adalah 28,36 persen," kata Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: [BREAKING] Bukan DKI, Papua Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Terbanyak

1. Wiku sebut penambahan kasus di Papua adalah akumulasi sejak 19 November 2020

Ini Penjelasan Satgas soal Lonjakan Kasus Harian COVID-19 Hingga 8.369Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Menurut data hari ini, kata Wiku, penambahan kasus terbesar berasal dari Papua dengan kenaikan mencapai 1.755 kasus. Penambahan kasus COVID-19 di Papua merupakan hasil akumulasi sejak November lalu.

"Secara contoh, Papua pada hari ini melaporkan sejumlah 1.755 kasus yang mana merupakan akumulasi dari penambahan kasus positif sejak 19 November hingga hari ini," jelasnya.

2. Perbedaan data antara daerah dan pusat jadi salah satu penyebab tingginya kasus harian

Ini Penjelasan Satgas soal Lonjakan Kasus Harian COVID-19 Hingga 8.369Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Selain itu, menurut Wiku, perbedaan data daerah dengan pusat menjadi salah satu penyebab tingginya angka kasus virus corona hari ini. Ada beberapa data pusat dan daerah yang berbeda seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Papua.

"Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan pelaporan dan validasi data dari provinsi," ujar dia.

Oleh karena itu, Wiku meminta kepada pemerintah daerah agar segera melakukan konsolidasi data dengan pemerintah pusat.

"Kepada pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data, kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah," tutur dia.

3. Papua menjadi provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi hari ini

Ini Penjelasan Satgas soal Lonjakan Kasus Harian COVID-19 Hingga 8.369Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Data penambahan kasus COVID-19 yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 hari ini, Rabu (3/12/2020) sangat fantastis, yaitu mencapai 8.369 kasus.

Provinsi yang menyumbang kasus harian terbanyak ternyata bukan dari DKI Jakarta atau wilayah lain yang sudah biasa dengan kasus harian tinggi. Kali ini, Papua menduduki posisi nomor satu provinsi dengan kasus harian terbanyak, yaitu 1.755 kasus. Disusul Jawa Barat 1.648 kasus dan DKI Jakarta 1.153 kasus.

Total kasus COVID-19 di Tanah Air saat ini sudah mencapai 557.877 kasus. Dari total tersebut, sebanyak 462.553 orang berhasil sembuh. Sedangkan, 17.355 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara, berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19, target pencapaian pemeriksaan PCR COVID-19 Indonesia per minggu, masih di bawah target yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Data per 29 November 2020, tercatat rekomendasi WHO sebesar 90,64 persen, sementara tes PCR COVID-19 Indonesia baru mencapai 80 persen, dengan asumsi jika jumlah penduduk 267 juta jiwa maka jumlah yang diperiksa 267.000 orang per minggu.

 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times

Baca Juga: [BREAKING] Waduh! Pecah Rekor, COVID-19 Bertambah 8.369 Kasus

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya