Comscore Tracker

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Bertambah 5.353 Kasus per 3 Juni

Kematian akibat COVID-19 di Indonesia bertambah 187 orang

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan ada 5.353 orang dinyatakan positif terpapar virus corona per hari ini, Kamis (3/6/2021). Dengan penambahan ini, total jumlah orang yang terpapar COVID-19 di Tanah Air mencapai 1.837.126 kasus.

Jawa Barat menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang kasus harian virus corona hari ini, yakni 1.176 orang. Disusul Jawa Barat 927 kasus, DKI Jakarta 714 kasus, Jawa Tengah 687 kasus, dan Riau 380 kasus.

Baca Juga: Viral! Sayembara Hilangkan COVID-19 di Kudus Berhadiah 10 Sepeda Motor

1. Tercatat 11.092 orang berhasil sembuh dari COVID-19 hari ini

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Bertambah 5.353 Kasus per 3 JuniIlustrasi pasien di rumah sakit (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Meski jumlah kasus positif bertambah, Satgas COVID-19 melaporkan, jumlah pasien yang berhasil sembuh juga bertambah 11.092 orang dalam 24 jam terakhir. Maka, total kesembuhan sudah 1.691.593 orang.

Jawa Barat mencatat kasus kesembuhan paling banyak hari ini yaitu 7.641 kasus. Selanjutnya disusul DKI Jakarta sebanyak 501 kasus, Riau 474 kasus, dan Jawa Tengah 451.

2. Sebanyak 187 orang meninggal akibat COVID-19

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Bertambah 5.353 Kasus per 3 JuniIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, sebanyak 187 orang meninggal dunia akibat virus corona dalam satu hari terakhir. Total jumlah orang yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 51.095 orang.

Provinsi yang memiliki kasus kematian terbanyak hari ini yaitu Jawa Tengah 28 kasus. Disusul Jawa Barat 26 kasus, dan Jawa Timur 25 kasus.

Baca Juga: [LINIMASA-7] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

3. Terbukti, COVID-19 bisa menyebar melalui udara

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Bertambah 5.353 Kasus per 3 JuniIlustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Baca Juga: Singapura Klaim Berhasil Mengendalikan Pandemik COVID-19

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya