Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Teka-Teki Temuan Mayat Terbungkus Kain di Jakbar, Ini Hasil Visum Polisi
Ilustrasi jenazah. (pexels.com/Mario Wallner)
  • Visum RS Polri menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan yang menyebabkan kematian MF (24), pria yang ditemukan meninggal di kamar kos Kebon Jeruk.

  • Polisi masih menyelidiki kasus ini melalui pemeriksaan laboratorium Mabes Polri; kain hitam yang membungkus tubuh korban disebut sebagai sleeping bag.

  • Keluarga kehilangan kontak dengan MF selama dua hari sebelum ia ditemukan setelah pintu kamar didobrak; tubuhnya tertutup rapat, sementara CCTV telah diamankan polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
MF, pemuda 24 tahun, ditemukan meninggal di kamar kosnya di Jakarta Barat. Tubuhnya dibungkus sleeping bag hitam. Kakaknya meminta ojek online mengecek karena MF tidak bisa dihubungi. Polisi bilang belum ada tanda kekerasan. Polisi masih memeriksa di laboratorium untuk mencari tahu penyebab MF meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hasil visum yang tidak menemukan tanda kekerasan memberi pijakan awal yang lebih jelas dalam mengurai peristiwa ini. Respons keluarga yang cepat, inisiatif penjaga indekos dan pengemudi ojek daring, serta pemeriksaan lanjutan oleh laboratorium Mabes Polri menunjukkan adanya perhatian bersama untuk memastikan fakta dapat ditelusuri secara cermat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polisi mengungkapkan bahwa hasil visum mayat pria berinisial MF (24) yang ditemukan dalam kondisi terbungkus semacam kain berwarna hitam di dalam kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026) lalu, tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

"Sudah divisum RS Polri. Hasil, tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia," ujar Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu melalui pesan singkat di Jakarta, mengutip ANTARA, Minggu (11/10/2026).

Hingga kini, kata Darto, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan di laboratorium Mabes Polri.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut sekarang lagi diperiksa di laboratorium Mabes Polri," ujar dia.

Adapun kain yang membungkus tubuh korban adalah sleeping bag. "Itu mayat kebetulan pakai baju sleeping bag," kata Darto.

Seorang pemuda berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi terbungkus semacam kain berwarna hitam di dalam kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis lalu.

Kakak korban, Fani mengatakan, awalnya korban sempat berkomunikasi melalui telepon selulernya dua hari sebelum ditemukan meninggal, yakni pada Selasa (6/10).

Namun dua hari kemudian, korban yang merupakan berasal dari Bukit Tinggi, Sumatra Barat dan belum lama lulus kuliah itu tidak dapat dihubungi pihak keluarga.

"Ibu saya hari Rabu dan Kamis itu mencoba komunikasi sama adik saya, tapi enggak bisa dihubungi," ujar Fani saat dikonfirmasi, Minggu.

Fani yang saat itu berada di luar negeri pun berinisiatif untuk memesan ojek online pada Kamis (8/10) pagi hanya untuk mengecek kondisi adiknya di kamar indekos tersebut.

Ia mengatakan, setiba di lokasi indekos, sang pengendara ojol berinisiatif untuk melakukan telepon video guna melaporkan kondisi korban.

"Ojol ini minta ijin ke Bu Nila (penjaga kos) untuk ke kamar karena ingin mengecek kondisi, sesampai di depan kamar kos itu dipanggil dan diketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Posisi pintu terkunci dari dalam," ungkapnya.

Menurut Fani, penjaga kost sempat mengambil kunci serep tapi tidak bisa membuka pintu karena MF kunci di dalam kamar masih tersangkut pada lubang kunci.

Penjaga indekos tersebut kemudian meminta izin ke pemilik untuk mendobrak pintu guna mengetahui kondisi korban.

"Setelah dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik juga habis. Di kasur ada tubuh, tertutup selimut. Jadi selimut itu membungkus adik saya sangat ketat dari ujung kepala sampai kaki. Posisi tubuh telentang. Tidak bergerak," jelasnya.

Menurut Fani, orang-orang yang ada di sekitar lokasi tidak ada yang berani menyentuh korban dan penjaga indekos memanggil pengurus RT.

Fani mendapat kesaksian di dekat korban ada telepon seluler yang sedang mengisi daya dan terdapat dua botol cairan cloroform lem acrylic dan liquid untuk leather.

"Kalau kesaksian penjaga kos, hari Rabu sore itu dia masih papasan dengan adik saya. Ada beberapa paket di sore itu, tapi penjaga kos ini enggak mendengar suara keributan apapun selama Rabu malam," jelasnya.

Fani mengatakan, penjaga kos tidak bisa akses CCTV di sana karena telah diambil pihak kepolisian untuk dijadikan alat bukti. Sampai kini, kematian MF masih misterius karena tubuhnya dililit selimut yang cukup rapat.

"Hasil sementara dari kepolisian tidak ada tanda-tanda kekerasan, tubuh adik saya sudah membengkak dan sulit diidentifikasi, tubuh ditemukan dalam balutan selimut hitam tidak mengenakan pakaian. Hanya mengenakan smart watch. Wajah ditutup dua lapis masker, dan dua handuk yang menutupi mulut dan hidung," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article