Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjual es kue
Penjual es kue Sudrajat (pojok kanan) dipaksa makan es kue karena dianggap mengalami zat berbahaya. (www.instagram.com/@balewartawanjakpus10)

Intinya sih...

  • TNI lakukan pendekatan persuasif kepada penjual es kue, Sudrajat

  • Sudrajat mengaku menjadi korban tindak kekerasan dari aparat

  • Aparat akhirnya minta maaf usai viral di media sosial

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mabes TNI Angkatan Darat (AD) buka suara mengenai video viral yang menggambarkan penjual es kue, Sudrajat, yang dituduh menggunakan zat berbahaya dalam produk yang dijajakannya. TNI AD ikut bersuara karena salah satu personel yang menuduh dan memaksa Sudrajat memakan es kue berasal dari Babinsa.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, anggota Babinsa itu sudah memberikan penjelasan langsung di Polsek Kemayoran. Sebab, usai dilakukan uji laboratorium forensik, pihak kepolisian menyatakan es hunkwe yang dijual oleh Sudrajat tak mengandung zat berbahaya.

"Setelah dilakukan uji laboratorium forensik, Polri menyatakan es hunkwe tersebut adalah asli berbahan makanan dan aman untuk dikonsumsi," ujar Donny di dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

"Anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa memberikan klarifikasi terkait video tersebut di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1/2026) malam imbuhnya.

Jenderal bintang satu itu menyebut, insiden itu dipicu adanya kesalahpahaman di lapangan antara aparat dan warga. "Itu berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian," tutur dia.

1. TNI sudah lakukan pendekatan persuasif kepada penjual es kue

Kolonel (Inf) Donny Pramono yang menjabat sebagai Kadispenad baru dan menggantikan Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Donny mengatakan, pendekatan persuasif sudah dilakukan kepada penjual es kue, Sudrajat. TNI AD pun berharap persoalan ini tidak berlanjut menjadi konflik.

"Adapun langkah-langkah yang telah diambil yaitu berusaha menemui pedagang es atas nama Bapak Sudrajat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, dan melalui jalur dialog yang sejuk," katanya.

"Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut," imbuhnya.

2. Sudrajat mengaku sempat menerima tindak kekerasan dari aparat

Ilustrasi prajurit TNI Angkatan Darat (AD). (ANTARA FOTO/Aprilio Akbar)

Namun, Sudrajat ternyata tidak hanya dituduh menjual es kue yang mengandung bahan berbahaya. Ia juga menjadi korban tindak kekerasan dari aparat. Sudrajat pun sempat dipaksa untuk memakan es kue yang ia jajakan di sepanjang Kemayoran tersebut.

"Suruh makan. Saya bilang bukan spons, itu es beneran," ujarnya pada Selasa kemarin di Bogor.

Ia mengaku juga sempat dipukul dan ditendang menggunakan sepatu bot. Sudrajat juga sempat disabet selang di dada hingga tiga kali. Di tempat itu pula, ia mengaku sempat 'dikurung' sekitar satu jam. Kalimat yang paling diingatnya adalah peringatan agar tidak lagi berjualan di sana.

"Jangan sekali-sekali lagi dagang di sini. Kalau dagang di sini, saya tarik lagi," begitu ia menirukan.

Menjelang dini hari, Sudrajat dilepas. Ia pulang sendiri naik kereta dan tiba di rumah sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada pemeriksaan medis atas perlakuan aparat yang dia terima.

3. Aparat akhirnya minta maaf usai viral di media sosial

Anggota polri dan anggota TNI di wilayah Utan Panjang berikan klarifikasi terkait tuduhan terhadap penjual es kue. (Dokumentasi Polres Jakarta Pusat)

Sementara, anggota Polri dan anggota TNI di wilayah Utan Panjang RT 010/RW 05 yang menuding penjual es kue atau gabus menggunakan bahan tidak aman, akhirnya memberikan klarifikasi setelah viral.

Dalam klarifikasi itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyatakan penyesalannya karena telah melayangkan tuduhan yang keliru. Dia juga menyatakan permohonan maaf kepada si penjual es.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkwe yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video yang diunggah akun resmi media sosial Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa kemarin.

Editorial Team