Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aparat Polisi dan TNI yang Tuduh Penjual Es Kue Minta Maaf usai Viral

Aparat Polisi dan TNI yang Tuduh Penjual Es Kue Minta Maaf usai Viral
Anggota polri dan anggota TNI di wilayah Utan Panjang berikan klarifikasi (Dok Polres Jakarta Pusat)
Intinya sih...
  • Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menjelaskan, tindakan awal yang dilakukan merupakan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang merasa khawatir adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.
  • Ikhwan menegaskan, niat petugas semata-mata untuk mengedukasi masyarakat agar tidak ada konsumen yang dirugikan, sekaligus memastikan warga merasa aman saat membeli makanan di lingkungan sekitar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Polri dan anggota TNI di wilayah Utan Panjang, RT 010/RW 05 yang menuding penjual es kue atau gabus menggunakan bahan tidak aman akhirnya memberikan klarifikasi setelah viral.

Dalam klarifikasi itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi mengatakan menyesal atas kekeliruannya. Dia juga menghaturkan permohonan maaf kepada si penjual es.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,"ucapnya dalam video yang diunggah akun resmi @polresmetrojakartapusat, Selasa (27/1/2026).

1. Aparat hanya respons cepat laporan masyarakat

Aparat Polisi dan TNI yang Tuduh Penjual Es Kue Minta Maaf usai Viral
Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Instagram.com/balewartawanjakpus10)

Ia menjelaskan, tindakan awal yang dilakukan merupakan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang merasa khawatir adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka. Menurutnya, sebagai petugas di lapangan, Polri dan TNI memiliki kewajiban untuk hadir dan menindaklanjuti setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

"Sebagai petugas di lapangan, kami berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga," katanya.

2. Ingin edukasi masyarakat

Aparat Polisi dan TNI yang Tuduh Penjual Es Kue Minta Maaf usai Viral
Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Dok. Polres Jakpus)

Ikhwan menegaskan, niat petugas semata-mata untuk mengedukasi masyarakat agar tidak ada konsumen yang dirugikan, sekaligus memastikan warga merasa aman saat membeli makanan di lingkungan sekitar.

"Niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," katanya.

3. Terlalu cepat simpulkan

Aparat Polisi dan TNI yang Tuduh Penjual Es Kue Minta Maaf usai Viral
Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Instagram.com/balewartawanjakpus10)

Namun, ia mengakui, pihaknya telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari instansi berwenang.

“Kami menyadari telah mengambil kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum informasi disampaikan kepada masyarakat,” ucapnya.

4. Oknum polisi dan TNI meminta maaf

Aparat Polisi dan TNI yang Tuduh Penjual Es Kue Minta Maaf usai Viral
Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Instagram.com/balewartawanjakpus10)

Atas kejadian tersebut, Ikhwan menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung akibat video viral tersebut. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk merugikan ataupun mencemarkan nama baik pedagang kecil tersebut.

“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat memengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Sekjen NATO Ingatkan Eropa Masih Bergantung pada Kekuatan AS

27 Jan 2026, 21:13 WIBNews