Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TNI AL Angkut 1.239 Pemudik ke Bangka Belitung Pakai Kapal Perang
TNI Angkatan Laut (AL) berangkatkan pemudik dari Jakarta ke Bangka Belitung dengan menggunakan KRI Semarang-594. (Dokumentasi TNI AL)
  • TNI AL memberangkatkan 1.239 pemudik dan kendaraan roda dua ke Bangka Belitung menggunakan kapal perang KRI Semarang-594 sebagai bagian dari program mudik gratis 2026.
  • Program ini mendukung kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan keamanan dan keselamatan selama arus mudik Lebaran 2026.
  • Pemerintah memprediksi dua gelombang puncak arus mudik dan balik Idul Fitri 2026 dengan total sekitar 143,9 juta perjalanan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Momen bahagia terlihat di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026). Ribuan pemudik akan menuju kampung halaman di Bangka Belitung menggunakan kapal perang KRI Semarang-594. Pelepasan mudik gratis 2026 ini dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asops KSAL), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan.

Yayan mengatakan mudik 2026 mendapat animo cukup tinggi dari masyarakat. Terbukti, ada 1.239 peserta dan kendaraan roda dua yang sudah terdaftar.

"Rute mudik yaitu pada 15 Maret 2026 berangkat dari Jakarta, dan tiba di Bangka pada 16 Maret 2026. Lalu, tiba di Belitung pada 17 Maret," ujar Yayan dalam keterangan pers hari ini.

Kemudian, rute kembali ke Jakarta dimulai 27 Maret 2026 dari Pulau Bangka. Lalu, pada 28 Maret 2026 tiba di Belitung. Tiba kembali di Jakarta pada Minggu, 29 Maret 2026.

Yayan mengatakan keikutsertaan TNI AL dalam program mudik ini merupakan bagian dari langkah untuk mendukung program pemerintah.

"Ini merupakan kali pertama bagi masyarakat pengendara kendaraan roda dua dengan menggunakan kapal perang KRI Semarang-594," tutur dia.

1. Para peserta mudik warga Babel yang bekerja hingga belajar di Pulau Jawa

TNI Angkatan Laut (AL) berangkatkan pemudik dari Jakarta ke Bangka Belitung dengan menggunakan KRI Semarang-594. (Dokumentasi TNI AL)

Yayan mengatakan ribuan peserta mudik yang berangkat hari ini terdiri dari warga Bangka Belitung yang bekerja di Pulau Jawa, pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Jawa. Sementara, mereka ingin ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

"Program mudik gratis TNI AL ini juga merupakan bentuk implementasi dukungan TNI AL terhadap kebijakan pemerintah. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar TNI turut melaksanakan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi rakyat," katanya.

Sementara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di tempat terpisah berharap pelaksanaan mudik gratis menjelang libur Lebaran 2026 bisa berjalan aman dan lancar.

"Kami berharap dapat membantu masyarakat mengurangii kemacetan dan kecelakaan di jalan raya, mendukung program pemerintah dalam kelancaran mudik serta meningkatkan keamanan serta keselamatan pemudik," ujar Ali, Kamis, 12 Maret 2026.

2. Syarat pendaftaran mudik gratis menggunakan kapal perang

TNI Angkatan Laut (AL) berangkatkan pemudik dari Jakarta ke Bangka Belitung dengan menggunakan KRI Semarang-594. (Dokumentasi TNI AL)

Yayan menjelaskan persyaratan dan ketentuan untuk bisa mengikuti program mudi gratis menggunakan kapal perang milik TNI AL antara lain, menyerahkan fotocopy KTP pemudik, fotocopy STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), serta mendantangani surat yang berisi kesediaan untuk mematuhi peraturan dinas di dalam KRI.

Sementara, pada Senin (16/3/2026), ribuan pemudik dari Jakarta menuju ke rute-rute di Pulau Jawa akan diberangkatkan. "Selama di perjalanan, baik di darat dan laut, akan disediakan fasilitas sahur dan buka puasa," ujar Yayan.

3. Pemerintah prediksi ada dua gelombang arus mudik dan arus balik pada Idul Fitri 2026

Suasana Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di massa angkutan mudik 2026. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Sementara itu, pemerintah memperkirakan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kemungkinan akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026.

"Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ujar AHY ketika memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan masyarakat terbanyak akan terjadi ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Editorial Team