TNI AL Gelar Pesantren Kilat Ramadan bagi Pelajar di Atas Kapal Perang

- TNI AL menggelar pesantren kilat Ramadan di atas kapal perang KRI Semarang-594 selama tiga hari, diikuti 400 pelajar Jabodetabek dengan materi keagamaan dan wawasan kebangsaan.
- Program mudik gratis TNI AL tahun 2026 diperluas hingga Bangka Belitung menggunakan kapal perang jenis LPD, serta rute reguler Jakarta–Semarang–Surabaya diberangkatkan mulai 16 Maret 2026.
- TNI AL bekerja sama dengan Baznas RI untuk menyediakan logistik sahur dan berbuka bagi pemudik di kapal perang, didukung 150 ABK guna memastikan kenyamanan selama perjalanan laut.
Jakarta, IDN Times - Berbeda dengan yang lain, TNI Angkatan Laut (AL) punya cara tersendiri untuk menggelar pesantren kilat di bulan Ramadan tahun ini, yakni di atas kapal perang. Total ada 400 peserta dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah Jabodetabek yang mengikuti rangkaian pesantren kilat (sanlat) selama tiga hari, yakni 11 hingga 13 Maret 2026 di atas kapal perang KRI Semarang-594.
"Materi yang disampaikan dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan meliputi salat sebagai kunci kesuksesan, tujuan hidup bagi seorang Muslim hingga wawasan kebangsaan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul di dalam keterangan, Rabu (11/3/2026).
Pemberi materi sanlat mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama hingga perwira menengah di TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, para peserta selama tiga hari berlayar di Teluk Jakarta.
"Para peserta akan menjalani beberapa kegiatan di antaranya mendengar ceramah agama, ibadah salat tarawih, salat tahajud, belajar tentang sejarah agama dan kajian tentang keagamaan," ujar Ali.
Ia menambahkan, program tersebut akan terus dilakukan selama bulan Ramadan dan diberlakukan di seluruh wilayah markas TNI AL. "Untuk pelaksanaan seperti ini untuk di kota-kota lain memang belum kami laksanakan, tapi mungkin untuk lanal-lanal maupun kodamar-kodamar akan melaksanakan dengan scope yang lebih kecil dari ini ya, di daerah-daerah," tutur dia.
1. TNI AL buka rute baru mudik Jakarta-Bangka Belitung

Lebih lanjut, Ali mengatakan, TNI AL tetap melanjutkan program mudik gratis bagi masyarakat menggunakan kapal perang. Pada Idul Fitri 2026, jangkauan rute diperluas hingga Bangka Belitung. Mereka akan berangkat pada Minggu (15/3/2026).
Ali mengatakan, perluasan jangkauan rute mudik demi mengakomodir aspirasi dari masyarakat. “Ada permintaan dari Bangka Belitung. Ini juga kemungkinan akan kami penuhi dari Jakarta ke Bangka Belitung," ujar perwira tinggi di TNI AL itu.
Untuk rute Jakarta menuju ke Bangka, TNI AL bakal menggunakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD). Ali memastikan, kapal LPD tersebut mampu mengangkut pemudik beserta kendaraan roda dua yang dipakai oleh masyarakat.
“Untuk mengangkut mereka yang akan mudik ke Bangka Belitung dan dari Bangka Belitung arus baliknya juga kembali ke Jakarta, kami gunakan kapal LPD," tutur Ali.
2. Mudik menuju Jawa mulai diberangkatkan 16 Maret 2026

Sementara, usai melepas keberangkatan menuju ke Bangka Belitung, TNI AL akan memberangkatkan armada mudik gratis untuk rute reguler Jakarta-Semarang-Surabaya pada Senin (16/3/2026). Ali mengatakan, TNI AL menyiapkan setidaknya dua kapal besar untuk melayani rute mudik tahun ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalan raya.
"Untuk mudik gratis, kami siapkan mungkin dua kapal. Rencananya dari Jakarta ke Semarang, kemudian ke Surabaya. Arus baliknya juga kami angkut kembali dari Surabaya ke Semarang dan ke Jakarta,” kata Ali.
Sebelumnya, Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengungkapkan, satu kapal perang untuk rute Jawa memiliki kapasitas hingga 1.000 penumpang. Program ini menyasar khusus pemudik roda dua dengan syarat pendaftaran yang mudah, yakni cukup menunjukkan STNK atau identitas resmi.
3. TNI AL gandeng Baznas untuk kebutuhan logistik bagi pemudik

TNI AL menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk menjamin kenyamanan pemudik selama di atas kapal perang. Pihak Baznas berkomitmen menanggung seluruh kebutuhan logistik penumpang, mulai dari makanan untuk sahur hingga berbuka puasa.
“Kami akan segera menindaklanjuti rencana dukungan logistik bagi para pemudik agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan tenang selama perjalanan laut,” ujar Ketua Baznas RI Noor Achmad.
Selain dukungan logistik, TNI AL menyiagakan sekitar 150 anak buah kapal (ABK) untuk melayani masyarakat di setiap armada.


















