Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TNI AL, Cisarua
Prajurit marinir TNI Angkatan Laut (AL) ketika memberangkatkan jenazah koleganya yang tertimbun lumpur di Cisarua. (Dokumentasi TNI AL)

Intinya sih...

  • Cuaca cerah memudahkan evakuasi korban longsor di Cisarua

  • Badan SAR Nasional memperpanjang operasi pencarian hingga satu pekan ke depan

  • Tim SAR gabungan telah menemukan puluhan jenazah yang dimasukkan ke dalam 60 kantong

  • 23 prajurit marinir TNI AL sedang latihan pratugas di Cisarua saat longsor terjadi

  • Mereka tengah berlatih untuk melakukan pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini

  • Kondisi cuaca buruk dan hujan lebat menjadi faktor penyebab longsor di lokasi latihan

  • KSAL menjamin masa depan anak-anak dari 23 prajur

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Prajurit marinir TNI Angkatan Laut (AL) korban longsor di Cisarua kembali ditemukan. Hingga Senin (2/2/2026), jumlah jenazah yang telah ditemukan mencapai 10 orang. Dua jenazah terbaru yang ditemukan diketahui bernama Serma Mar (Anm) Afriyansyah dan Praka Mar (Anm) Heru Susanto.

Dua jenazah marinir itu sudah diberangkatkan lewat Bandara Lanudal Jakarta, Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Senin kemarin. Upacara pelepasan jenazah dipimpin secara langsung oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi yang didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir, Nana Endi Supardi. Keduanya memberikan penghormatan terakhir kepada kedua almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara.

"Kedua jenazah itu berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (1/2/2026) usai dinyatakan hilang dalam insiden tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat," ujar Endi.

Pada Minggu kemarin, Endi juga sudah melepas dua jenazah prajurit marinir lainnya yakni Kopda Marinir (Anm) Randa Pratama dan Praka Marinir (Anm) Hamid Dwi Ismail. Maka, kini tim SAR gabungan masih harus mengevakuasi 13 korban lainnya.

"Pencarian terhadap 13 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian intensif," tutur dia.

1. . Kondisi cuaca yang cerah di titik longsor memudahkan proses evakuasi

Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara, Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian korban diperpanjang hingga satu pekan ke depan. Sebab, masih ada 20 korban longsor yang dilaporkan hilang.

"Masih ada 20 orang lagi yang harus kami cari. Berdasarkan hasil asesmen bersama seluruh tim gabungan dan pihak terkait, kami memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan resmi dilanjutkan," ujar Syafii, Sabtu, 31 Januari 2026.

Sementara, hingga Sabtu kemarin, tim SAR gabungan telah menemukan puluhan jenazah yang dimasukan ke dalam 60 kantong. Sebanyak 44 jenazah di antaranya telah diserahkan kepada keluarga korban.

Lebih lanjut, Syafii mengatakan, proses pencarian korban di titik longsor kini lebih mudah, karena cuaca di lokasi dalam keadaan cerah. Selain itu, terdapat pula 17 alat berat yang dikerahkan untuk mengeruk materi longsor.

2. 23 prajurit marinir TNI AL sedang latihan pratugas

Prajurit marinir TNI Angkatan Laut (AL) ketika memberangkatkan jenazah koleganya yang tertimbun lumpur di Cisarua. (Dokumentasi TNI AL)

Sementar, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali pernah menjelaskan 23 prajurit marinir TNI AL tengah berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat kejadian longsor karena mengikuti latihan pengamanan sebelum dikirim untuk bertugas di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

"Mereka berada di sana karena tengah melaksanakan latihan pratugas untuk melakukan pengamanan perbatasan di Indonesia-Papua Nugini. Jadi, memang di sana sedang berlatih," ujar Ali usai mengikuti rapat kerja Menhan dan komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (26/1/2026).

Ali mengatakan, saat itu kondisi di Kecamatan Cisarua tengah diguyur hujan lebat selama dua malam. "Itu mungkin yang mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa. Kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana," kata dia.

3. KSAL jamin kehidupan anak dari 23 prajurit marinir yang meninggal

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali (tengah) di geladak di KRI SIM-367, Jakarta Utara. (Dokumentasi TNI AL)

Ali juga mengatakan TNI AL akan menjamin masa depan anak-anak dari 23 marinir yang gugur dalam peristiwa tanah longsor di Cisarua. Ia pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya puluhan prajurit marinir itu.

Ia menegaskan komitmen negara untuk memenuhi segala hak keluarga yang ditinggalkan. “TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ali, Kamis, 29 Januari 2026.

Tak hanya memberikan santunan, Ali memastikan pendidikan anak-anak korban terjamin. TNI AL menyiapkan beasiswa penuh hingga mereka lulus sarjana.

Bahkan, Ali membuka jalan lebar bagi anak-anak tersebut jika ingin mengikuti jejak sang ayah mengabdi sebagai tentara. "(Akan) diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," imbuhnya.

Editorial Team