Pangkormar Kembali Pimpin Pelepasan Jenazah TNI AL Korban Longsor Cisarua

- Sudah ada 8 jenazah prajurit marinir TNI AL yang ditemukan
- Kondisi cuaca yang cerah di titik longsor bantu proses evakuasi
- KSAL jamin kehidupan anak dari 23 prajurit marinir yang meninggal
Jakarta, IDN Times - Suasana haru terlihat di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (AL), Pondok Cabe, Jakarta, Minggu (1/2/2026). Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi terlihat berada di sana untuk memimpin upacara persemayaman, dan pemberangkatan secara militer dua jenazah prajurit TNI AL yang tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bogor Barat.
Dua prajurit TNI AL yang tertimbun longsor itu bernama Kopda Marinir Anumerta Randa Pratama dan Praka Marinir Anumerta Hamid Dwi Ismail.
"Kedua prajurit tersebut gugur saat melaksanakan latihan pratugas satgas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini, akibat bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul seperti dikutip pada Senin (2/2/2026).
Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah yang digelar kemarin berlangsung khidmat dan penuh penghormatan militer. Usai dilakukan upaara pelepasan, kedua jenazah diterbangkan dari Lanudal Pondok Cabe, Jakarta menuju Lampung.
"Jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut (AL) jenis Pesud NC 212-200 Casa Aviocar U-6206," katanya.
Begitu tiba di Lampung, jenazah Kopada Marinir Anumerta Randa Pratama akan dimakamkan secara militer di kampung halamannya di Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan, jenazah Praka Marinir Anumerta Hamid Dwi Ismail akan disemayamankan dan dimakamkan secara militer di Kota Bandar Lampung.
1. Sudah ada 8 jenazah prajurit marinir TNI AL yang ditemukan

Lebih lanjut, kata Tunggul, sebagai bagian dari tanggung jawab korps terhadap seluruh prajurit, maka proses pencarian terhadap belasan prajurit marinir lainnya tetap dilakukan. Total ada 23 prajurit marinir TNI AL yang tertimbun tanah longsor di Cisarua.
"Hingga saat ini sebanyak delapan prajurit korps marinir telah berhasil ditemukan. Sementara, 15 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian secara maksimal melalui kerja sama dengan tim SAR dan instansi terkait," kata Tunggul.
Sementara, Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian korban diperpanjang hingga satu pekan ke depan. Sebabm, masih ada 20 korban longsor yang dilaporkan hilang.
"Masih ada 20 orang lagi yang harus kami cari. Berdasarkan hasil asesmen bersama seluruh tim gabungan dan pihak terkait, kami memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan resmi dilanjutkan," ujar Syafii, Sabtu, 31 Januari 2026.
Sementara, hingga Sabtu kemarin, tim SAR gabungan telah menemukan puluhan jenazah yang dimasukan ke dalam 60 kantong. Sebanyak 44 jenazah di antaranya telah diserahkan kepada keluarga korban.
2. Kondisi cuaca yang cerah di titik longsor bantu proses evakuasi

Lebih lanjut, Syafii mengatakan, proses pencarian korban di titik longsor kini lebih mudah, karena cuaca di lokasi dalam keadaan cerah. Selain itu, terdapat pula 17 alat berat yang dikerahkan untuk mengeruk materi longsor.
Selain jalur darat, operasi ini juga didukung lima helikopter, satu pesawat pendamping, serta 22 unit drone untuk memantau titik pencarian dari udara.
Syafii menyebut hambatan utama di lapangan adalah variasi material longsor, serta risiko cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan petugas saat proses penggalian. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, dan Polri berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar seluruh korban dapat segera ditemukan.
3. KSAL jamin kehidupan anak dari 23 prajurit marinir yang meninggal

Sementara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali mengatakan TNI AL akan menjamin masa depan anak-anak dari 23 marinir yang gugur dalam peristiwa tanah longsor di Cisarua. Ia pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya puluhan prajurit marinir itu.
Ia menegaskan komitmen negara untuk memenuhi segala hak keluarga yang ditinggalkan.
“TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ali, Kamis, 29 Januari 2026.
Tak hanya memberikan santunan, Ali memastikan pendidikan anak-anak korban terjamin. TNI AL menyiapkan beasiswa penuh hingga mereka lulus sarjana.
Bahkan, Ali membuka jalan lebar bagi anak-anak tersebut jika ingin mengikuti jejak sang ayah mengabdi sebagai tentara.
"(Akan) diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," imbuhnya.

















