Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TNI AL Teliti Temuan Benda Mirip Torpedo yang Ditemukan di Lombok
Temuan benda asing mirip torpedo yang ditemukan oleh nelayan saat menjaring ikan di perairan utara Gili Trawangan. (Dokumentasi Ahmad Achend)
  • TNI AL mengevakuasi benda mirip torpedo di perairan NTB dan kini diamankan di Lanal Mataram untuk investigasi teknis guna mengetahui asal-usul serta fungsinya.
  • Hasil pemeriksaan awal Tim Gegana memastikan benda asing tersebut bukan rudal, tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif, dan dijaga ketat sebelum dikirim ke Mabes TNI AL.
  • Peneliti hukum laut menyoroti status hukum benda itu, mempertanyakan apakah dapat dikategorikan sebagai kapal yang memiliki hak lintas damai di perairan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 April 2026

Benda asing mirip torpedo ditemukan di perairan Nusa Tenggara Barat dan berhasil dievakuasi. Benda tersebut diserahkan ke Posal Gili Air dan dibawa ke Lanal Mataram untuk diamankan.

8 April 2026

Komandan Lanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo, menyatakan benda asing itu berada dalam pengawasan ketat dan akan segera dikirim ke Mabes TNI AL di Jakarta. Ia menegaskan benda tersebut bukan rudal dan tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif.

9 April 2026

Kadispen TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan bahwa benda asing sudah diamankan di Lanal Mataram dengan pengawasan ketat. Ia menambahkan tim ahli TNI AL akan melakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui asal-usul dan fungsi benda tersebut.

kini

TNI AL masih meneliti asal-usul benda mirip torpedo yang diduga buatan China. Diskusi publik muncul terkait status hukum internasional dari objek bawah laut semacam itu di perairan Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada benda aneh di laut dekat Lombok, katanya mirip torpedo. Tentara laut ambil benda itu dan jaga baik-baik supaya aman. Polisi juga bantu lihat-lihat. Katanya benda itu berat sekali dan panjangnya hampir empat meter. Sekarang benda itu mau dikirim ke Jakarta buat diperiksa oleh orang pintar dari TNI AL.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mabes TNI Angkatan Laut (AL) merespons informasi mengenai penemuan benda asing di Perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 6 April 2026. Benda menyerupai torpedo itu telah berhasil dievakuasi dengan aman dan telah diserahterimakan kepada Posal Gili Air.

"Saat ini benda tersebut sudah berada di Lanal Mataram dengan pengawalan dan pengawasan ketat dari polisi militer Lanal Mataram," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, dalam keterangan yang dikutip pada Jumat (9/4/2026).

Ia menyebut langkah pengamanan area juga telah dilakukan dengan melakukan pemasangan policeline untuk memastikan prosedur investigasi berjalan sesuai standar.

"TNI AL melalui tim ahli dari satuan TNI AL terkait, secepatnya akan melakukan pemeriksaan mendalam (identifikasi teknis) terhadap perangkat tersebut guna mengetahui asal-usul, fungsi maupun data-data yang terkandung di dalamnya," kata perwira tinggi TNI AL itu.

Ketika ditanyakan apakah betul benda asing itu merupakan Unmanned Underwater Vehicle (UUV) atau kendaraan bawah air tanpa awak yang beroperasi di bawah permukaan laut, Tunggul tak meresponsnya. Ia hanya menyebut sudah dilakukan jumpa pers oleh Komandan Lanal Mataram mengenai temuan benda asing itu.

"Kemarin sudah dilaksanakan jumpa pers oleh Danlanal Mataram sebagai kelanjutan dari press release," tutur dia.

1. Benda asing mirip torpedo itu segera dikirim ke Mabes TNI AL

Temuan benda asing mirip torpedo yang ditemukan oleh nelayan saat menjaring ikan di perairan utara Gili Trawangan. (Dokumentasi Ahmad Achend)

Sementara, Komandan Lanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo turut membenarkan benda asing menyerupai torpedo itu di bawah pengawasan ketat polisi militer jajaran Lanal Mataram. Benda itu akan segera dikirim ke Mabes TNI AL di Jakarta.

"Posisi saat ini dalam kemasan yang segera dikirim ke Mabes AL," ujar Asep, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan benda asing tersebut memiliki panjang 3,7 meter dengan diamater 65 sentimeter. Sedangkan, beratnya sesuai dengan benda yang tertulis di sana 2.000 kilogram atau 2 ton.

Ia menyebut Lanal Mataram akan berkoordinasi dengan Mabes TNI AL untuk melakukan investigasi mendalam terkait spesifikasi teknis benda asing tersebut. Nantinya, tim ahli Mabes TNI AL akan mengidentifikasi secara teknis untuk mengetahui fungsi dari cara kerja benda asing mirip torpedo tersebut.

"Sejalan dengan arahan Kepala Staf TNI AL, menegaskan bahwa TNI AL beserta jajarannya berkomitmen menjaga setiap jengkal kedaulatan dan keamanan wilayah laut NKRI serta tidak akan menolerir segala bentuk aktivitas tanpa izin termasuk penggunaan perangkat bawah air oleh pihak yang tidak berkepentingan," tutur dia.

2. Lanal Mataram pastikan benda asing mirip torpedo itu bukan rudal

Temuan benda asing mirip torpedo yang ditemukan oleh nelayan saat menjaring ikan di perairan utara Gili Trawangan. (Dokumentasi Ahmad Achend)

Ketika ditanyakan apakah benda asing itu merupakan alutsista, Asep menepisnya. Ia menegaskan benda asing mirip torpedo itu bukan rudal. Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan oleh tim gegana Brimob Polda NTB, barang tersebut tidak mengandung bahan radioaktif dan tak terdapat kandungan bahan peledak.

"Dari hasil pemeriksaan awal Tim Gegana Polda NTB bahwa objek atau benda asing ini tidak mengandung bahan peledak atau tidak mengandung bahan radioaktif. Kami yakin dengan keprofesionalan mereka," tutur dia.

Terkait temuan awal, Asep mengatakan pihaknya belum mendapatkan data awal. Ia hanya melakukan pengamanan benda asing tersebut dari pantai hingga Mako Lanal Mataram dengan hati-hati dan mengantisipasi kerusakan akibat pergeseran.

3. Apakah benda asing di Lombok bisa dikatakan kapal?

Logo CSIC tertulis di badan benda asing mirip torpedo (Dokumentasi Kepolisian Lombok)

Analisis di media sosial pun mulai bertebaran mengenai benda asing yang ditemukan nelayan di perairan Gili Terawangan. Sebagian menyebut itu Unmanned Underwater Vehicle (UUV). Namun, ada pula yang menyebut itu submerged buoy yang ditambatkan ke dasar laut (anchored) dan tak terlihat dari permukaan.

Fungsi dari submerged buoy yakni menandai lokasi tertentu tanpa terlihat kapal lain dan digunakan di area sensitif baik itu militer atau riset. Sedangkan, dari logo CSIC (China Shipbuilding Industry Corporation), diduga kuat benda asing itu buatan China. Namun, hingga kini TNI AL belum merespons soal asal produksi benda asing tersebut.

Di sisi lain dalam pandangan peneliti hukum laut, Dita Liliansa, isu ini menjadi menarik lantaran menimbulkan tanda tanya apakah benda asing yang ditemukan di perairan Lombok memiliki hak untuk melintasi perairan Indonesia.

Menurut hukum internasional, semua kapal menikmati hak lintas damai melalui perairan teritorial dan kepulauan Indonesia, serta hak lintas jalur laut kepulauan (ASLP) melalui rute yang biasanya digunakan untuk navigasi internasional di perairan kepulauan Indonesia dan laut teritorial yang berdekatan (baik yang ditetapkan maupun tidak). Tetapi hak itu hanya boleh dinikmati oleh kapal.

"Lalu, bagaimana dengan benda asing yang ditemukan di perairan Lombok? Apakah benda itu dapat diklasifikasikan sebagai kapal sesuai dengan aturan hukum internasional. Apakah benda asing itu berhak melintasi perairan Indonesia," tanya Dita yang ditulis di platfrom milik Lowy Institute, The Interpreter.

Menurut informasi yang diperolehnya, tidak ada indikasi objek tersebut dapat muncul sesuai perintah, mengidentifikasi dirinya sendiri, mengikuti aturan pelayaran, atau merespons otoritas Indonesia. Jika objek tersebut bukan kapal, Indonesia dapat mencegat dan menyita objek tersebut. Namun, ini akan membuat Indonesia bertentangan dengan kekuatan besar yang mengakui kendaraan bawah air tak berawak sebagai kapal.

Editorial Team