Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI AU Ungkap 18 Jet Tempur Rafale Bakal Tiba Bertahap di RI pada 2027
Jet tempur Rafale yang mengudara di langit Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (Dok. TNI Angkatan Udara)
  • TNI AU menyatakan 18 jet tempur Rafale akan tiba bertahap mulai 2027 hingga diperkirakan 2029, sebagai bagian pesanan total 42 unit dari Dassault Aviation.

  • Enam Rafale yang telah diterima ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru; empat pilot TNI AU juga menuntaskan pelatihan pengoperasian pesawat ini di Prancis.

  • Kontrak tahap pertama enam Rafale bernilai 1,1 miliar dolar AS atau Rp15,7 triliun. Estimasi total anggaran pembelian 42 pesawat mencapai sekitar Rp109,9 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2022

Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut tahap pengiriman enam Rafale diperkirakan membutuhkan hampir 56 bulan atau hampir lima tahun.

Agustus 2025

Pelatihan empat pilot TNI AU untuk mengemudikan Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier dimulai.

Desember 2025

Empat pilot TNI AU dari tim Rafale Batch-A menyelesaikan pelatihan Rafale di Prancis.

15 Agustus 2026

Rafale melakukan debut pada HUT ke-81 RI di langit Monas dengan demonstrasi manuver High G-turn.

24 September 2026

Wakasau Tedi Rizalihadi menyatakan Indonesia telah menerima enam dari total 42 Rafale yang dipesan. Ia mengungkapkan 18 Rafale berikutnya akan tiba bertahap pada tahun depan.

2027

Sebanyak 18 jet tempur Rafale dijadwalkan tiba secara bertahap di Indonesia.

2029

Ketibaan bertahap alutsista Rafale diperkirakan berlangsung sampai tahun ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    TNI AU menyatakan 18 jet tempur Rafale akan tiba di Indonesia secara bertahap mulai 2027, sebagai bagian dari pengadaan total 42 unit Rafale.
  • Who?
    Wakasau Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi menyampaikan rencana kedatangan Rafale. TNI AU, Kementerian Pertahanan, dan Dassault Aviation terlibat dalam pengadaan pesawat tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Enam Rafale yang telah diterima ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
  • When?
    Kedatangan 18 Rafale dijadwalkan mulai 2027 dan diperkirakan berlangsung bertahap hingga 2029. Tedi menyampaikannya pada Kamis, 24 September 2026.
  • Why?
    Pengiriman dilakukan untuk memenuhi kontrak pengadaan Rafale antara Kementerian Pertahanan dan Dassault Aviation. Lanud Roesmin Nurjadin dipilih karena strategis mengamankan wilayah udara barat Indonesia dan Selat Malaka.
  • How?
    Rafale akan dikirim bertahap, namun jumlah pesawat yang tiba setiap tahun hingga saat ini belum ada kepastian. Indonesia telah menerima enam dari total 42 unit yang dipesan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
TNI AU akan mendapat 18 pesawat tempur Rafale lagi mulai tahun 2027. Pesawat ini datang sedikit-sedikit sampai 2029. Indonesia sudah punya enam Rafale di Pekanbaru, Riau. Totalnya Indonesia memesan 42 pesawat dari Prancis. Empat pilot TNI AU juga sudah belajar menerbangkan Rafale di Prancis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kedatangan bertahap Rafale hingga 2029 memberi ruang bagi TNI AU untuk menyelaraskan armada baru dengan kesiapan personel yang telah dibangun melalui pelatihan pilot di Prancis. Penempatan enam pesawat di Pekanbaru juga mencerminkan perhatian pada pengamanan wilayah udara barat dan Selat Malaka, sementara demonstrasi High-G turn memperlihatkan kemampuan yang telah diperkenalkan kepada masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi membocorkan TNI Angkatan Udara akan kedatangan 18 jet tempur Rafale pada 2027. Belasan jet tempur itu akan tiba secara bertahap. Ketibaan belasan jet tempur generasi 4,5 itu merupakan bagian dari kontrak pengadaan antara Kementerian Pertahanan dengan Dassault Aviation, perusahaan aviasi asal Prancis.

"Berikutnya di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 (jet tempur Rafale) secara bertahap. Ketibaan alutsista itu diperkirakan bertahap sampai 2029," ungkap Tedi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, 24 September 2026.

Ia berada di Lanud Halim di sela-sela latihan bersama Angkatan Udara dan Antariksa Prancis yang dinamakan misi Pegase 26. Namun, Tedi tidak menyebut secara rinci per tahun berapa jumlah Rafale yang akan tiba di Indonesia. Sejauh ini, Indonesia sudah menerima enam Rafale dari total 42 unit yang dipesan.

1. Jet tempur Rafale ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadi Pekan Baru

Jet tempur Rafale yang dimiki oleh TNI Angkatan Udara saat ikut latihan Pegase 26 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, enam jet tempur Rafale yang sudah tiba di Tanah Air ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru, Riau. Lanud Roesmin Nurjadin dipilih sebagai markas Rafale karena letaknya strategis untuk mengamankan wilayah udara bagian barat Indonesia dan Selat Malaka.

Rafale sendiri debut pada HUT ke-81 RI yang digelar di atas langit Monas, Jakarta Pusat. Ketika itu, para pilot Rafale menampilkan demo atraksi High G-turn, yakni manuver belokan tajam dalam kecepatan tinggi. Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, mengatakan manuver itu yang dipilih karena Rafale memiliki keunggulan itu.

"Kami ingin tunjukkan kepada Bapak Presiden dan masyarakat soal kemampuan High-G turn ini yang bagus sekali," ungkap Tonny, Sabtu, 15 Agustus 2026.

2. Pilot TNI AU sudah berlatih mengemudikan Rafale di Prancis

Empat penerbang tempur TNI AU yang telah menyelesaikan pelatihan jet tempur Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier. (Dok. TNI AU)

Sebelumnya, empat pilot tempur TNI Angkatan Udara (AU) telah menyelesaikan pelatihan jet tempur Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier pada Desember 2025. Mereka merupakan tim pilot Rafale Batch-A. Pelatihan telah berlangsung selama empat bulan sejak Agustus 2025.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, mengatakan selama pelatihan di Saint-Dizier, para penerbang menjalani bina terbang dan simulator dengan materi air to air siang dan malam. Empat pilot itu juga berlatih metode air to ground, low level navigation dan konversi backseater sebagai instruktur.

"Setiap penerbang juga telah melaksanakan dua kali penerbangan Solo, masing-masing satu penerbangan siang, dan satu penerbangan malam," ujar Suadnyana.

Suadnyana mengatakan, usai menuntaskan pelatihan di Pangkalan Udara Prancis, keempat pilot itu ke Paris untuk mengikuti kursus untuk memahami AASM (Armage Air-Sol Modulaire) Hammer yang diselenggarakan Safran. AASM merupakan senjata bom munisi berorientasi presisi Prancis yang dikembangkan Safran Electronics and Defense.

3. Pembelian 6 jet tempur Rafale senilai Rp15,7 triliun

Penampakan pesawat Rafale milik TNI AU. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Presiden Prabowo Subianto ketika masih menjabat Menteri Pertahanan sudah menyebut 42 jet tempur Rafale bakal tiba di Tanah Air secara bertahap. Namun, ia tak menyampaikan total nilai kontrak pembelian puluhan jet tempur tersebut. 

Juru bicara Menhan kala itu, Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat membocorkan nilai kontrak tahap pertama untuk enam jet tempur Rafale. Nilainya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp15,7 triliun. 

Pria yang sudah menjadi jubir Prabowo sejak di Partai Gerindra itu menyebut, usai pembayaran uang muka, proses produksi baru dilakukan. Ia menegaskan pembelian alutsista tidak sama dengan membeli kendaraan ke dealer yang setelah terjadi transaksi, barangnya langsung dikirim ke rumah. 

"Kami prediksi hingga ke tahap delivery, butuh waktu hampir 56 bulan atau hampir lima tahun," ujar Dahnil pada September 2022. 

Dengan demikian, secara keseluruhan anggaran untuk membeli 42 pesawat Rafale sekitar Rp109,9 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article