Jakarta, IDN Times - Salah satu hasil penting dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) yang digelar pada Kamis (19/2/2026) di Washington DC, Amerika Serikat (AS) yakni penunjukkan Indonesia sebagai Wakil Komandan pasukan di International Stabilization Force (ISF). Penunjukkan Indonesia sebagai wakil komandan disambut positif oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaku siap mengirimkan 8.000 pasukan ke wilayah Gaza, Palestina. Bahkan bila diperlukan, Indonesia siap menambah jumlah pasukan tersebut.
Namun, Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut, belum ada penunjukkan wakil komandan ISF. Hal tersebut akan ditentukan oleh TNI.
"Belum kelihatan (ada yang ditunjuk). Itu nanti dari TNI lah yang memilih," ujar Sugiono ketika memberikan keterangan di Washington DC, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).
Respons serupa juga disampaikan oleh Mabes TNI melalui pesan pendek pada hari ini. "Belum ditentukan (wakil komandan ISF). Mohon waktu, semuanya masih dalam proses," ujar Wakil Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen Osmar Silalahi, kepada IDN Times.
Kementerian Pertahanan pun mengaku belum bisa berkomentar banyak. Mereka memilih untuk menunggu instruksi dari Prabowo.
"Kami masih menunggu arahan dari Presiden," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Jumat kemarin.
