Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TOP 5: Kemenhaj Siapkan 2 Opsi Pelaksanaan Haji hingga Mobil Tabrak Gedung Putih
Jemaah haji di depan Ka'bah, Jumat dini hari (31/5/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)
  • Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan dua skenario pelaksanaan haji 2026 akibat konflik Timur Tengah, termasuk opsi penerbangan lewat Afrika atau pembatalan keberangkatan.
  • Menteri HAM Natalius Pigai digugat bawahannya di PTUN Jakarta terkait mutasi jabatan yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri HAM tertanggal 23 Januari 2026.
  • Sebuah van menabrak barikade keamanan di Gedung Putih hingga memicu penutupan area sekitar dan peningkatan pengamanan oleh otoritas setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Berbagai berita menarik ditayangkan pada Rabu (11/3/2026) di kanal News IDN Times. Di antaranya berita tentang skenario pelaksanaan ibadah haji 2026 yang disiapkan Kementerian Haji dan Umrah, menyusul situasi di kawasan Timur Tengah yang terus memburuk dampak perang Israel-AS lawan Iran.

Berita lainnya yakni sebuah mobil van menabrak barikade keamanan di Gedung Putih. Akibatnya, pihak berwenang menutup kantor Presiden Amerika Serikat Donald Trum itu dan sejumlah area di sekitarnya pada Rabu (11/3/2026) dini hari.

Untuk mengetahui selengkapnya berita-berita menarik tersebut, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.

1. 2 Skenario Haji 2026 Kemenhaj: Penerbangan Lewat Afrika Atau Batal Berangkat

Kementerian Haji dan Umrah menyusun dua skenario penting untuk penyelenggaraan haji 2026, menyusul situasi di kawasan Timur Tengah yang terus memburuk dampak perang Israel-AS lawan Iran.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, dua skenario yang telah disusun yaitu pertama, jemaah haji tetap berangkat di tengah situasi konflik dengan kondisi Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah haji, dan negara Indonesia memutuskan memberangkatkan meski kemungkinan berisiko tinggi.

Baca selengkapnya di sini!

2. Menteri HAM Natalius Pigai Digugat Anak Buah karena Mutasi Jabatan

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, digugat anak buahnya sendiri, Ernie Nurheyanti M. Toelle ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, terkait mutasi jabatan. Ernie dipindahtugaskan dari jabatan Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM menjadi Analisis HAM Ahli Madya.

Perubahan jabatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri HAM Nomor: MHA-14 KP.04.04 tanggal 23 Januari 2026.

Baca selengkapnya di sini!

3. Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi

Rismon Hasiholan Sianipar mengajukan permohonan restorative justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, surat permohonan tersebut sudah diajukan pekan lalu.

Baca selengkapnya di sini!

4. Empat Pernyataan Dewan Pers soal ART Trump: Cabut Pasal 3.3 karena Bertentangan

Dewan Pers mencatat terdapat sejumlah ketentuan dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 19 Februari 2026 di Washington DC, yang berpotensi berdampak pada kehidupan pers di Indonesia.

"Pertama, investasi asing. Ketentuan soal investasi asing dalam perjanjian bilateral itu terdapat dalam Pasal 2.28 yang pada intinya meminta Indonesia mengizinkan investasi asing tanpa pembatasan kepemilikan untuk investor dari Amerika Serikat di sejumlah sektor, termasuk di penerbitan," ujar Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam keterangan, Rabu (11/1/2026).

Baca selengkapnya di sini!

5. Sebuah Van Tabrak Gedung Putih, Keamanan Langsung Diperketat

Sebuah mobil van menabrak barikade keamanan di Gedung Putih. Akibatnya, pihak berwenang menutup Gedung Putih dan sejumlah area di sekitarnya pada Rabu (11/3/2026) dini hari.

Menurut keterangan kepolisian, insiden tersebut terjadi di kawasan Lafayette Square yang berada tepat di sebelah utara Gedung Putih. Peristiwa itu langsung memicu respons keamanan ketat di sekitar kompleks kepresidenan.

Baca selengkapnya di sini!

Editorial Team