Comscore Tracker

Mengenal Gempa Swarm yang Guncang Samosir, Apa Itu?

Rentetan gempa mengguncang Samosir

Jakarta, IDN Times - Gempa yang terjadi di Samosir, Sumatera Utara, sejak Januari hingga 20 April 2021. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat ada 63 kali gempa swarm yang terjadi di dataran yang berada di tengah Danau Toba tersebut.

"Swarm adalah serangkaian aktivitas gempa dengan magnitudo relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono.

Lalu, apa yang memicu gempa swarm ini?

1. Gempa swarm banyak terjadi karena proses vulkanik

Mengenal Gempa Swarm yang Guncang Samosir, Apa Itu?Ilustrasi Gunung Meletus (Merapi) (IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Dilanda Puluhan Gempa Berentet, Apa yang Terjadi di Samosir?

Jika gempa pada umumnya terjadi karena aktivitas teknotik, gempa swarm justru terjadi karena proses kegunungapian (vulkanik). Gempa swarm yang dihasilkan karena aktivitas tektonik murni hanya sedikit.

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan gempa vulkanik swarm terjadi karena ada gerakan fluida magmatik yang mendesak dengan tekanan ke atas dan ke samping tubuh gunung melalui saluran magma (conduit) atau bagian yang lemah (fracture dan patahan) dari gunung.

"Intrusi magmatik yang memotong lapisan batuan ini disebut dike. Dengan energi dorong dan tekanan dike ke atas yang terus menerus melewati bagian tubuh gunung, maka akan terjadi proses rekahan perlahan-lahan hingga menyebabkan gempa kecil yang terjadi berulang-ulang dan tercatat oleh sensor seismograf," tambahnya.

2. Dapat terjadi di kawasan non-vulkanik

Mengenal Gempa Swarm yang Guncang Samosir, Apa Itu?Ilustrasi lingkungan (IDN Times/Sukma Shakti)

Gempa swarm tidak hanya berkaitan dengan kawasan gunung api. Daryono mengatakan, beberapa laporan BMKG menunjukkan aktivitas gempa swarm juga dapat terjadi di kawasan non-vulkanik.

"Swarm juga dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh, sehingga mudah terjadi retakan (fractures)," ujar Daryono. 

3. Sudah pernah terjadi beberapa kali di Indonesia

Mengenal Gempa Swarm yang Guncang Samosir, Apa Itu?Ilustrasi Peta Indonesia (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain di Samosir, fenomena gempa swarm sudah pernah terjadi beberapa kali di Indoesia. Di antaranya di Klangon, Madiun, pada Juni 2015; Halmahera Barat pada Desember 2015; dan Mamasa, Sulawesi Barat, pada November 2018.

Menurut Daryono, aktivitas gempa swarm ini memang jarang terjadi. Jika kekuatan gempa swarm cukup signifikan dan guncangannya sering dirasakan, memang dapat meresahkan masyarakat.

Namun, kata dia, sebenarnya tidak membahayakan jika bangunan rumah di zona swarm tersebut memiliki struktur yang kuat. 

Walaupun tidak membahayakan, Daryono menegaskan tidak ada salahnya untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada. Informasi terkait bencana yang terjadi sekitar lingkungan, dapat kamu lihat pada situs resmi BMKG. 

Baca Juga: [BREAKING] Gempa di Danau Toba, Getaran Terasa di Balige dan Samosir

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya