Comscore Tracker

Pengangkat Jenazah Korban G30SPKI Serma KKO (Purn) Samuri Tutup Usia

Serma KKO (Purn) Samuri wafat akibat sakit

Jakarta, IDN Times - Kabar duka cita datang dari salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, Serma KKO (Purnawirawan) H. Samuri, yang wafat pada Senin (26/7/2021) pukul 06.15 WIB.

Dikabarkan, Samuri tutup usia pada usia 82 tahun di kediamannya, Surabaya, Jawa Timur, karena sakit. Mendengar kabar tersebut, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar), Suhartono turut berduka cita atas berpulangnya salah satu putera terbaik bangsa. 

"Beliau adalah prajurit pejuang yang berdedikasi dan loyalitas tinggi yang patut diteladani bagi para generasi penerus," ujar Dankormar melalui keterangan resminya pada Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: [BREAKING] Innalillahi, Rachmawati Soekarnoputri Tutup Usia

1. Menderita sakit strok dan diabetes

Pengangkat Jenazah Korban G30SPKI Serma KKO (Purn) Samuri Tutup UsiaSerma KKO (Purnawirawan) H. Samuri, salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa Pengangkaan Jenazah Korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, meninggal dunia. (dok. Dispen Kormar)

Samuri meninggalkan empat putri dan seorang putra. Sebelum Samuri mengembuskan napas terakhirnya, Dankormar beserta Perjabat Utama Mako Kormar sempat menjenguk Samuri secara langsung di kediamannya beberapa waktu lalu.

Saat kunjungan tersebut, Dankormar mengatakan, Samuri masih dapat berkomunikasi secara verbal dengan terbaring di tempat tidur. Samuri menderita sakit strok dan diabetes. 

2. Ditugaskan untuk mengangkat jenazah korban tragedi G30SPKI

Pengangkat Jenazah Korban G30SPKI Serma KKO (Purn) Samuri Tutup UsiaSerma KKO (Purnawirawan) H. Samuri, salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa Pengangkaan Jenazah Korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, meninggal dunia. (dok. Dispen Kormar)

Dalam tragedi G-30-S/PKI pada 30 September 1965 di Lubang Buaya, Samuri pernah ditugaskan Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL), Mayor Jenderal KKO Hartono untuk mengangkat tujuh perwira tinggi dan perwira pertama TNI Angkatan Darat (AD) yang menjadi korban tragedi tersebut.

Pada pengangkatan tersebut, KKO membentuk satu tim yang terdiri dari sembilan personel dari Komando Intai Para Amfibi, yang kemudian menjadi Bataliyon Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL yang dipimpin Kapten KKO Winanto.

3. Dimakamkan dengan upacara militer menerapkan prokes ketat

Pengangkat Jenazah Korban G30SPKI Serma KKO (Purn) Samuri Tutup UsiaSerma KKO (Purnawirawan) H. Samuri, salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa Pengangkaan Jenazah Korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, meninggal dunia. (dok. Dispen Kormar)

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Samuri dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 Nopember, Surabaya, dengan upacara militer yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Upacara tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian kepada sesepuh Korps Marinir, baik atasan maupun rekan kerja kepada setiap Keluarga Besar Korps Marinir TNI AL, untuk selalu mempererat tali persaudaraan serta pengabdian dan dedikasi yang diberikan kepada negara dan TNI AL, khususnya Korps Marinir.

Baca Juga: [BREAKING] Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Wafat karena COVID-19

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya